Header Ads

65.730 Penduduk Kebumen Sudah Alami Krisis Air Bersih

www.inikebumen.net KEBUMEN - Sejumlah desa di wilayah Kabupaten Kebumen sudah mulai merasakan krisis air bersih menyusul datangnya musim kemarau. Khususnya yang berada di wilayah pegunungan. Pasalnya, sebagian mata air diwilayah pegunungan debitnya mulai berkurang.

65.730 Penduduk Kebumen Sudah Alami Krisi Air Bersih
Ilustrasi
Krisis air bersih ini mengancam 18.818 KK, terdiri dari 65.730  jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 96 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Kebumen.

Untuk mengatasi krisis air bersih, BPBD Kebumen akan mulai melakukan ke sejumlah desa yang mengalami krisis air tersebut mulai pagi ini, Kamis (3/8/2017).

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Eko Widianto, mengatakan pihaknya mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah desa mengalami kesulitan air bersih.

BPBD memutuskan akan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang masuk dalam data status darurat kekeringan. Hal tersebut setelah tim reaksi cepat BPBD melakukan pengecekan langsung ke desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan.

"Petugas kami sudah melakukan inventarisasi di lapangan, sudah banyak yang kekurangan air bersih. Oleh karenanya kita akan segera melakukan droping," kata Eko Widianto.

Lebih jauh, pada tahun ini BPBD Kebumen mengalokasikan bantuan air bersih sebanyak 1.600 tangki. Setiap tangkinya berisi 5.000 liter. Mengantisipasi kesulitan air bersih tersebut, BPBD Kebumen juga sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 315 juta melalui APBD tahun 2017.(*)


Powered by Blogger.