Kekeringan Melanda, Pemkab Kebumen Mulai Droping Air Bersih - ini kebumen | Media Rujukan Kebumen

Kekeringan Melanda, Pemkab Kebumen Mulai Droping Air Bersih

www.inikebumen.net KEBUMEN - Pemkab Kebumen mulai mengirimkan bantuan air bersih kepada warga yang sudah mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau ini. Droping air bersih itu dilepas oleh Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, dari halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (3/8/2017) pagi.

Kekeringan Melanda, Pemkab Kebumen Mulai Droping Air Bersih
Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, mengecek kesiapan armada tangki air yang akan digunakan untuk droping air bersih. Pengecekan itu dilakukan di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Kamis (3/8/2017) pagi.
Hadir mendampingi bupati, Kepala Pelaksana BPBD Kebumen  Eko Widianto, Kepala DPU PR Slamet Mustolkhah, Asisten Sekda Tri Haryono.

Untuk hari pertama hari ini, BPBD menjadwalkan droping air bersih di wilayah Kecamatan Karangsambung. Yakni Desa Totogan 3 tangki, Karangsambung 2 tangki dan Kaligending 1 tangki. Kecamatan Sempor, meliputi Desa Bejiruyung 2 tangki, Sampang 1 tangki dan Donorojo  1 tangki.

Kemudian, Kecamatan Sruweng, meliputi Desa Karangjambu 1 tangki, Tanggeran 2 tangki dan penusupan 2 tangki.

"Pada tahap awal ini kita menjadwalkan  droping untuk 40 desa yang tersebar di 11 kecamatan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Eko Widianto.

Eko menuturkan, jadwal droping akan terus berkembang baik jumlah desa maupun jumlah tangki. Sesuai dengan perkembangan musim kemarau yang semakin lama semakin berkurang stok air bersihnya.

"Untuk mendukung kegiatan droping ini tersedia anggaran dari APBD Rp 315 juta, setara dengan 1.600 tangki air bersih," imbuhnya.

Adapun armada mobil tangki yang disiapkan untuk melayani droping air bersih sebanyak 8 tangki. Terdiri 5 tangki milik BPBD Kebumen, 1 tangki milik PDAM, 1 tangki milik Dinas DPU PR dan 1 mobil tangki cadangan dari BPBD Kebumen.

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, menyampaikan bantuan air bersih itu hanya bantuan jangka pendek. Perlu ada solusi jangka menengah, yakni dengan pembuatan embung. Sedangkan jangka panjang dengan menggalakkan kembali penanaman pohon.

"Alhamdulillah tahun 2017 ini, Pemkab Kebumen akan membangun 5 embung. Semoga nantinya bisa memenuhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat di desa rawan kekeringan," tegasnya.(*)
Powered by Blogger.
}); })(jQuery); //]]>