Miris, Banyak Remaja Mengumbar Kemesraan di Alun-Alun Kebumen

www.inikebumen.net KEBUMEN - Selain sebagai tempat rekreasi yang murah meriah. Alun-alun Kebumen tampaknya telah menjelma menjadi tempat pacaran favorit, yang bisa digunakan 24 jam.

Miris, Banyak Remaja Mengumbar Kemesraan di Alun-Alun Kebumen
Pasangan remaja tak sungkan bermesraan di area Alun-alun Kebumen.
Faktanya sepanjang waktu bisa ditemukan pasangan yang sedang asyik bermesraan di berbagai sisi Alun-alun Kebumen. Ibarat pepatah "Cinta itu buta", mereka juga telah membutakan diri dengan tak lagi mempedulikan lingkungan sekitarnya.

Suara adzan dari menara Masjid Agung Kebumen pun tak mampu mengingatkan pasangan yang tengah berpacaran, meski yang perempuan berjilbab. Entah apa yang ada di benak sepasang remaja tersebut, sehingga tidak merasa sungkan mengumbar kemesraan di ruang publik.

Pagi menjelang siang sekitar pukul 10.00 juga acapkali terlihat beberapa pasangan tengah berpacaran di Alun-alun Kebumen. Bahkan saat sinar matahari tengah terik-teriknya, ada saja satu dua pasang orang berpacaran. Tentunya mereka memilih tempat di bawah pepohonan yang sejuk. Jika pagi, siang dan sore ada saja orang berpacaran, jangan ditanya lagi kalau malam.

Meski beberapa waktu lalu pernah dilakukan razia oleh Satpol PP terhadap pasangan yang berpacaran di Alun-alun Kebumen, tampaknya tak menimbulkan efek jera.

"Suami istri pun tak layak mengumbar kemesraan di ruang publik. Apalagi yang bukan suami istri. Kemesraan dengan pasangan itu wilayah pribadi, mestinya jangan dilakukan di tempat publik," ujar Kang Juki yang rumahnya tepat menghadap alun-alun Kebumen.

Menurutnya, tak jarang anak-anaknya begitu keluar rumah dihadapkan pada pemandangan orang yang tengah berpacaran.

"Jelas kurang menguntungkan bagi pendidikan akhlak anak-anak saya. Setiap saat keluar rumah harus melihat orang pacaran. Apa rekreasi itu mesti dilakukan dengan pacaran ya?," tanyanya.

Mengantisipasi masalah tersebut, menurut Kang Juki memang kembali pada pindidikan keluarga. "Kalau keluarga mereka menganggap pacaran seperti itu tidak masalah, kita tak bisa berbuat apa-apa," imbuhnya.

Ia menilai, aneh jika urusan tempat karaoke, kemaksiatannya relatif dan potensial sifatnya, sampai demo segala. Sementara kemaksiatan di tempat terbuka bisa dilihat dengan mata telanjang malah dibiarkan begitu saja. "Tak mungkin setiap saat mengharapkan Satpol PP melalukan razia," pungkasnya.(*)
Powered by Blogger.