Pelajar Kebumen Nyatakan Perang Lawan Berita Hoax

www.inikebumen.net KEBUMEN – Ratusan pelajar SLTA di Kabupaten Kebumen, menabuh genderang perang terhadap berita hoax. Pernyataan itu dituangkan dalam deklarasi anti hoax di Gedung Tri Brata Polres Kebumen, Kamis (31/8/2017).

Pelajar Kebumen Nyatakan Perang Lawan Berita Hoax
Perwakilan pelajar melakukan foto bersama dengan Forkopimda pada acara sosialisai cerdas berinternet dan deklarasi anti hoax.
Pernyataan itu disampaikan 120 pelajar SMA/SMK/MA sederajat di hadapan Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, serta anggota Forkopimda lainnya.

Acara sosialisai cerdas berinternet dan deklarasi anti hoax yang melibatkan Arif Yuswandono dari Maspolin sebagai narasumbernya,, diselenggarakan Polres Kebumen menyusul maraknya berita hoax yang semakin memprihatinkan saat ini.

Dalam sambutannya, Kapolres Kebumen, mengaku prihatin adanya berita hoax yang telah menyebar ke berbagai lini di media sosial. Bahkan orang yang belum tahu tentang kebenaran  informasi itu, juga ikut membagikan berita hoax.

“Kita berikan pemahaman kepada para perwakilan sekolahan yang mengikuti acara sosialisasi. Kita jadikan mereka pionir ataupun pelopor anti hoax di lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggal," ujar Titi Hastuti.

Menurut Kapolres, para pelajar itulah nantinya yang akan melakukan perlawanan kepada berita hoax di lingkungannya. Hoax adalah informasi yang tidak benar dan sengaja dibuat menarik, agar orang yang membaca ingin membagikan informasi itu sehingga ramai dibicarakan.

Ia menambahkan, berita bohong atau berita hoax ataupun ujaran kebencian ini sangat masif di medsos. Sehingga harus diperangi bersama.

Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, mengajak para peserta untuk tidak ikut menyebarkan konten berita negatif. Para pelajar diminta untuk cek dan ricek setiap ada informasi yang diterima supaya berita hoax dapat di tekan.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Mifathul Ulum, mengatakan dengan adanya medsos, kecepatan informasi sangat membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi. Namun berbading tebalik jika dikelola oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. "Tentunya sangat berbahaya sekali dapat memicu kegaduhan," ucapnya.

Miftahul Ulum berharap, pelajar bukan bagian penyebar berita hoax, namun justru memeranginya.(*)

Powered by Blogger.