Tujuh Bulan Ditemukan 165 Kasus HIV/AIDS di Kebumen

www.inikebumen.net KEBUMEN - Miris, perkembangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kebumen sangat memprihatinkan, kasus ini setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Hingga tahun 2017, terdapat 836 kasus.

Tujuh Bulan Ditemukan 165 Kasus HIV/AIDS di Kebumen
Ilustrasi peringatan Hari AIDS di Alun-alun Kebumen

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kebumen, Tri Anggorowati, dalam rapat evaluasi kinerja 42 layanan kesehatan di Ruang Pedalen Hotel Candisari Karanganyar, belum lama ini.

Tri Anggorowati, mengungkapkan kasus itu merupakan akumulasi sejak kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Kabupaten Kebumen pada 2003 lalu hingga 2017.

Pada tahun 2015 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kebumen mencapai 107 kasus, kemudian pada 2016 ditemukan 178 kasus. "Sedangkan di tahun 2017, hingga Juli 2017 sudah ditemukan 165 kasus," kata Tri Anggorowati, pada paparannya.

Menurutnya, terjadinya peningkatan cukup siginifikan pada kasus HIV/AID sejak tiga tahun terakhir melalui program 42 layanan kesehatan masyarakat. Baik melalui rumah sakit, puskesmas maupun tempat layanan kesehatan lainnya.

Dalam penanganannya, kata dia, dilakukan sesuai Standar Operasional Prosuder (SOP) agar jumlah penderita HIV/AIDS di Kebumen dapat ditekan. "Sasaran populasi kunci kita adalah para ibu hamil, penderita tuberculosis, LGBT dan lainnya yang rawan mengidap penyakit aids," imbuhnya.

Pihaknya memprioritaskan melakukan pencegahan penyebaran HIV/AIDS pada ibu hamil. Hal ini dilakukan agar anak yang dikandungnya saat lahir tidak tertular. Selain itu, perhatian khusuus juga diberikan kepada pasien tuberculosis. "Harus tetap diawasi kesehatannya," ucapnya.

Lebih jauh, HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan dan masalah sosial. Jika penanganannya tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka dampaknya secara nyata cepat atau lambat dapat menyentuh hampir semua aspek kehidupan. Sehingga pada akhirnya akan dapat mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.(*)

Powered by Blogger.