Hidup Berdampingan, Umat Muslim Jaga Umat Buddha di Kebumen

www.inikebumen.net KEBUMEN - Konflik yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar ditanggapi serius umat Muslim dan penganut Agama Buddha di Kebumen.

Hidup Berdampingan, Umat Muslim Jaga Umat Buddha di Kebumen
Para pimpinan Vihara se Kabupaten Kebumen berkumpul di Vihara Tirta Dharma Loka Sidoharum, Kecamatan Sempor, untuk menyatakan sikap menolak kekerasan di Myanmar.
Selain sepakat untuk saling menghormati dan berdamai, para tokoh agama di masing-masing agama menyatakan pro Pancasila. Perbedaan agama diantara mereka tidak akan membuat perpecahan.

Justru akan saling menjaga. Kaum mayoritas (umat Muslim) akan menjaga kaum minoritas (penganut agama Buddha) di Kebumen.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto, mengatakan pernyataan tersebut diungkapkan langsung perwakilan tokoh agama Islam, Muhamad Abdul Biri (53), di Vihara Tirta Dharma Loka Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor, saat pernyataan sikap siang tadi.

Kerukunan umat beragama di desa setempat patut dijadikan contoh. Pernyataan mengejutkan datang dari Andri (33) selaku Kepala Desa setempat. "Dari informasi Kepala Desa di Sidoharum, dalam satu KK wajar ditemukan dua agama," ujar Willy.

Dalam perbedaan agama satu keluarga tidak dijadikan masalah. Bahkan jika umat Muslim sedang melakukan kegiatan keagamaan Umat Buddha juga ikut gotong royong membatu. "Begitu sebaliknya jika Umat Buddha sedang melakukan kegiatan keagamaan, Umat Muslim ikut membantu," katanya.

"Bahkan jika kita amati, di dekat Vihara ada beberapa rumah milik umat Muslim berdampingan akrab. "Ya, letaknya jejeran pas dengan Vihara. Mereka guyub rukun di sana. Tanpa memandang perbedaan," imbuh Willy.(*)

Powered by Blogger.