Khotmil Quran TPQ Masjid Agung Kebumen Diikuti 13 Santri

www.inikebumen.net KEBUMEN - Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Masjid Agung Kebumen Kamis (21/9/2017) menyelenggarakan kegiatan Khotmil Quran dan Peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah/2017 Masehi.

Khotmil Quran TPQ Masjid Agung Kebumen Diikuti 13 Santri
Para peserta khotmil quran unjuk kemampuan hafalan surat pendek.
Hadir dalam acara yang diselenggarakan di Gedung PAUD Permata Bunda Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen itu, selain para orang tua santri juga Dewan Pengawas Yayasan Masjid Agung Kebumen, H Nurtaqwa Setyabudi. Ketua Yayasan Masjid Agung KH Akhmad Nasrullah, Imam Masjid Agung KH Fikri Abdul Kholik, KH Zidni Rohman Wahib Mahfudz, KH  Akhmad Nursodiq dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Kutosari.

Ketua panitia kegiatan yang sekaligus juga Kepala TPQ Masjid Agung Kebumen, M Arief Mustofa melaporkan, bahwa santri yang ikut khataman ada 13 orang. Terdiri dari 6 orang Khotmil Quran dan 7 orang Khotmil Kutub.

Untuk bisa khotmil Quran, maka santri harus menyelesaikan buku Iqra, khatam membaca Al Quran dan kitab tajwid. Sedangkan untuk khotmil kutub, santri sudah menyelesaikan hafalan kitab 'Aqidatul Awam.

Sebelum acara khotmil Quran, diadakan pawai taaruf pada hari Minggu (17/9/2017) lalu dimulai dari depan Masjid Agung Kebumen dengan rute sebagian wilayah Desa Kutosari. Pawai menggunakan becak hias dimeriahkan group marching band SD N 1 dan 4 Kutosari.

Wahyudi, yang mewakili wali santri menyampaikan terima kasih kepada pengelola TPQ. Sudah terbukti santri-santri TPQ hebat-hebat sehingga bisa memenangkan beberapa lomba. "Seperti lomba hafalan surat pendek di Rita Pasaraya dan Toko ASRI. Serta lomba adzan dan hafalan surat pendek di Kantor Pajak," jelasnya.

Sementara Ketua Yayasan Takmir Masjid Agung Kebumen KH Akhmad Nasrullah, menyambut gembira kegiatan khotmil Quran tersebut. "Tahun depan kalau pesertanya banyak lebih baik diselenggarakan di halaman Masjid Agung Kebumen, sehingga lebih meriah," harapnya.

Menurut kyai muda yang belum lama memimpin Yayasan Takmir Masjid Agung Kebumen, kemampuan membaca Al Quran merupakan kenikmatan yang tiada terhingga. Digambarkannya bagaimana sedihnya orang tua kalau menghadapi sakaratul maut tidak ada anak-anaknya yang bisa membaca Al Qur'an.

"Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu mempunyai anak yang bisa membaca Al Quran, sementara ada tetangga yang anaknya tidak bisa baca Al Qur'an, meski kaya sampai memiliki banyak mobil, yang lebih besar mendapat nikmat Allah adalah bapak-bapak dan ibu-ibu, bukan tetangga yang kaya, tapi anaknya tak bisa membaca Al Qur'an," lanjutnya.

Para santri yang menerima Syahadah Khotmil Quran dan Syahadah Khotmil Kutub selain unjuk kebolehan hafalan surat-surat pendek, surat Yasin juga mendemontrasikan kemampuan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari hadirin di bawah bimbingan Ustadzah Uswatun Khasanah. Acara diakhiri dengan mau'idzotil hasanah yang disampaikan KH Akhmad Nursodiq.(*)
Powered by Blogger.