Perajin Gerabah dan Kulit Kebumen Disuruh Belajar ke Jogja

www.inikebumen.net KEBUMEN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kebumen, memberangkatkan perajin kulit dan perajin untuk belajar di Yogyakarta. Para pelaku Industri Kecil Menengah itu diberangkat menuju Kota Gudeg dari Kantor Disperindag oleh Kepala Disperindag Kebumen, Nugroho Tri Waluyo, Senin (11/9/2017) pagi.

Perajin Gerabah dan Kulit Kebumen Disuruh Belajar ke Jogja
Perajin kulit Kebumen saat belajar Paguyuban Pengrajin Kulit Manding Makmur di Dusun Manding Desa Sabdodadi, Kecamatan/Kabupaten Bantu.
Nugroho Tri Waluyo, menjelaskan para pelaku IKM itu akan magang di dua tempat berbeda selama lima hari. Sejak tanggal 11-15 September 2017.

"Untuk yang magang kulit di Dusun Manding Desa Sabdodadi, Bantul. Untuk yang magang gerabah di Dukuh Kasongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul," kata Nugroho Tri Waluyo, Selasa (12/9/2017).

Sebanyak sepuluh perajin mengikuti magang gerabah ini. Mereka berasal dari Desa Gebangsari Kecamatan Klirong, dan Desa Pejagatan Kecamatan Kutowinangun.

Sedangkan magang kulit diikuti oleh sepuluh orang perajin kulit, yang berasal dari Desa Karanggadung dan Petanahan Kecamatan Petanahan, Desa Purwosari Kecamatan Puring, Kelurahan Bumirejo Kecamatan Kebumen, serta Desa Candirenggo Kecamatan Ayah.

Peserta magang Kulit diserahkan oleh Sekretaris Disperindag Kebumen Drajat Triwibowo, kepada Paguyuban Pengrajin Kulit Manding Makmur di Dusun Manding Desa Sabdodadi, Kecamatan/Kabupaten Bantul. "Tempat ini telah berpengalaman dalam pembuatan kerajinan dari kulit," ujarnya.

Kemudian untuk peserta magang gerabah diserahkan oleh Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kebumen, Didik Prapti Astuti, kepada Faalih Nature Craft di Dukuh Kasongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

"Selama lima hari peserta mengikuti kegiatan terkait dengan proses pembuatan gerabah maupun kerajinan kulit," imbuhnya.

Pihaknya berharap, setelah mengikuti magang perajin gerabah dan kulit di Kabupaten Kebumen dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Serta skill dan kualitas produksinya.

"Nantinya diharapkan produk gerabah dan kulit yang dihasilkan semakin variatif. Sehingga akan semakin mudah dipasarkan," tandasnya.(*)
Powered by Blogger.