Ribuan Ingkung Bakal Meriahkan Haul Syekh Ibrahim Asmorokondi

www.inikebumen.net KEBUMEN - Ribuan tumpeng ingkung bakal dikirab pada acara Haul Syaikh Ibrahim Asmorokondi di Dusun Kuwarisan Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen, yang akan diselenggarakan Jumat (22/9/2017). Acara rutin setiap tahun sekali ini diprediski bakal dibanjiri oleh ribuan warga keturunan Dusun Kuwarisan dari seluruh Indonesia.

Ribuan Ingkung Bakal Meriahkan Haul Syekh Ibrahim Asmorokondi
Ilustrasi
Rencananya kirab tumpeng ingkung bakal dimulai pukul 13.00 hingga 13.30 WIB, dengan mengambil start di depan Puspita Warna Jalan Kutoarjo Kebumen. Kemudian menyusuri Jalan Kutoarjo menuju Masjid Banyumudal melalui perempatan lampu kuning, depan RSKIA Dewi Queen, Jalan Krama Leksana dan berakhir di Masjid Banyumudal.

"Sesampainya di masjid para jamaah akan mengikuti tahlil kubro dan makan bersama," ujar Ketua Panitia Haul Syaikh Ibrahim Asmorokondi, Supriyanto, melalui surat pemberitahuan.

Tradisi yang lebih dikenak dengan tradisi ingkungan di Dusun Kuwarisan, Kelurahan Panjer, itu sudah dilakukan turun temurun. Uniknya, setiap keturunan dusun ini wajib membuat satu ingkung untuk satu keluarga meski sudah tidak tinggal di dusun itu.

Tradisi yang sudah turun temurun itu masih terjaga hingga sekarang. Tradisi yang dibalut dengan acara Haul Syaikh Ibrahim Asmoroqondi ini wajib digelar setahun sekali setiap Sura pada hari Jumat Kliwon sesuai penanggalan Jawa.

Tradisi suran yang dipusatkan di Masjid Banyumudal mewajibkan warga dan keturunan Dusun Kuwarisan membuat ingkung ayam berikut nasi dan lauk pauknya. Setiap keluarga atau keturunan asli Dusun Kuwarisan yang sudah berumah tangga, baik yang di Kebumen maupun yang di luar daerah wajib membuat tumpeng ingkung.

Bahkan tak jarang dari mereka yang berada dari luar daerah mudik ke kampung halaman untuk ikut memperingati tradisi yang disakralkan itu. Jika tak sempat mudik, mereka menitipkan uang kepada sanak keluarga di kampung untuk membuatkan tumpeng ingkung atas nama dirinya.

Ingkung ayam tersebut dibawa ke acara yang dipusatkan di Masjid Banyumudal, dan di halaman sekitar masjid. Ingkung tidak boleh dimakan sebelum didoakan oleh imam masjid, setelah didoakan ingkung ayam dibawa pulang kembali ke rumah masing-masing baru dimakan.

Warga percaya, tradisi ini sebagai 'penolak bala'. Manfaat lain adalah sebagai sarana silaturahim, bisa berabagi dengan anak yatim dan piatu serta fakir miskin, sebagi perwujudan bersatunya umat manusia baik penguasa dan rakyatnya, juga dapat meningkatkan gizi keluarga.(*)

Powered by Blogger.