Sedulur Kebumen Bakal Pugar Rumah Mbah Surip

www.inikebumen.net KLIRONG - Kondisi rumah Mbah Surip (80), warga Dusun Tinayan RT 02 RW 01 Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, yang hampir ambruk akhirnya mendapatkan perhatian dari Grup Sedulur Kebumen. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini akan diperbaiki oleh komunitas lintas tokoh di Kebumen yang eksis melalui grup WhatsApp tersebut.

Sedulur Kebumen Bakal Pugar Rumah Mbah Surip
Relawan Sedulur Kebumen mengukur rumah Mbah Surip, sebelum dipugar.
Sejumlah perwakilan Sedulur Kebumen, langsung mendatangi rumah reot Mbah Surip, untuk mengetahui ukuran rumah sebelum dibongkar untuk diperbaiki.

"Rencananya Selasa kita mulai turunkan gendengnya. Dilanjutkan dengan membangun rumah yang sangat memprihatinkan ini," kata salah satu pegiat Sedulur Kebumen, Sugeng Budiawan, disela-sela mengukur rumah Mbah Surip.

Sugeng menjelaskan, rumah Mbah Surip dibangun menggunakan dana hasil sumbangan dari anggota Sedulur Kebumen, yang secara sukarela menyisihkan sebagian rejekinya. Tak hanya berupa uang tunai, tetapi ada juga yang menyumbang material bangunan.

"Kita sengkuyung bareng-bareng. Tanpa kerjasama yang baik, kita tidak akan ada artinya apa-apa," ujar bos Muncul Grup ini.

Ia mengungkapkan, hingga Senin (18/9/2017) siang dana yang terhimpun hasil sumbangan anggota Sedulur Kebumen sebanyak Rp 15,6 juta. Kemudian semen 20 zak, asbes dan kayu. "Kita masih kekurangan sekitar Rp 4,5 juta. Kami masih mengharap ada donatur yang tergerak hatinya untuk membantu Mbah Surip," imbuhnya.

Sementara itu, Mbah Surip (80), perempuan lanjut usia di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong itu bertahan di rumah yang nyaris ambruk. Atap rumahnya sebagian sudah ambles. Bambu penyangga yang rapuh tak kuat lagi menahan beben genteng. Jelas, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa penghuninya.

Kondisi Mbah Surip diketahui justru saat Satlantas Polres Kebumen yang dipimpin oleh Kasatlantas AKP Suryo Wibowo melakukan blusukan untuk meberikan bantuan paket sembako di desa setempat, Selasa (12/9/2017) pekan lalu. Salah satu penerima adalah si pemilik rumah reot itu yakni Mbah Surip.

Betapa terkejutnya Kasat Lantas AKO Suryo Wibowo yang didampingi KRI Iptu Tejo Suwono dan KBO Iptu Sugito melihat kondisi rumah yang dihuni sangat tidak layah huni tersebut.

Mbah Surip mengaku tinggal di rumah bambu itu sejak puluhan tahun. Saat ini dia tinggal bersama salah satu anaknya bernama Udin. Dia juga mengaku khawatir rumahnya akan ambruk saat ditiup angin atau turun hujan.(*)
Powered by Blogger.