Dihadapan Bupati, Lima Warga Desa Wadasmalang Janji Berhenti Merokok

www.inikebumen.net KEBUMEN - Sebanyak lima warga Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, mendeklarasikan diri akan berhenti merokok. Janji tersebut diucapkan kelimanya dihadapan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, pada acara selamatan desa/suran di halaman balai desa setempat, Senin 9 Oktober 2017.

Dihadapan Bupati, Lima Warga Desa Wadasmalang Janji Berhenti Merokok
Lima warga Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, saat mengucapkan ikrar akan berhenti merokok yang dipandu oleh Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad.
Di hadapan bupati, lima orang tersebut yang sudah menjadi perokok puluhan tahun itu mulai berhenti merokok sejak janji diucapkan. Bahkan, satu warga yang membawa sebungkus rokok langsung dibuang setelah selesai mengucapkan ikrar.

Mereka sadar tidak ada manfaat dari kebiasaan merokok yang telah dilakoninya usia remaja. Justru, lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkan, mulai dari terganggu kesehatannya hingga pemborosan.

Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, mengapresiasi keputusan yang diambil oleh lima orang tersebut. Bupati memberikan penghargaan berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 250 ribu untuk tiga orang perokok berat yang berani mengucapkan janji berhenti merokok. Sedangkan, dua orang perokok sedang masing-masing menerima penghargaan uang tunai sebesar Rp 150 ribu.

"Warga yang lain tolong diawasi, mereka benar mau berhenti apa nggak," ujar Mohammad Yahya Fuad, disambut gemuruh warga yang hadir pada acara tersebut.

Bupati mengungkapkan, jika satu orang dalam sehari menghabiskan sebungkus rokok seharga Rp 13.000. Maka dalam sebulan pengeluaran yang tidak ada manfaatnya itu bisa mencapai Rp 400.000.

Untuk diketahui, diawal kepemimpinan Bupati Mohammad Yahya Fuad dan Wakil Bupati Yazid Mahfudz, telah mencanangkan Gerakan Anti Merokok (GAM). Wakil Bupati, yang merupakan perokok aktif ditunjuk sebagai ketuanya.

Gerakan anti merokok yang diusung pasangan oleh  Fuad-Yazid  dilihat dari beberapa sudut pandang. Ada aspek agama, kesehatan, dan ekonomi. Misalnya, secara ekonomi bisa mengurangi angka kemiskinan warga Kebumen yang masih tinggi.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Kebumen juga telah menyusun Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Bahkan kadena dinilai berhasil menerapkan kebijakan gerakan anti merokok, Pemkab Kebumen menerima penghargaan Pastika Parahita dari Kementerian Kesehatan RI, pada pertemuan aliansi bupati/walikota  di The Alana Hotel & Convention Centre Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu 12 Juli 2017 lalu.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dr Y Rini Kristiani, Kepala Bagian Humas Setda Kebumen Sukamto, serta pimpinan OPD lainnya.(*)
Powered by Blogger.