Mulai Melaut, Nelayan Pasir Gelar Tradisi Labuhan

www.inikebumen.net AYAH - Nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir, Kecamatan Ayah, menggelar upacara larung sesaji "labuhan" sebagai bentuk rasa syukur atas mulai melimpahnya hasil tangkapan ikan. Acara sedekah laut itu dipusatkan di Pantai Pasir, Jumat 14 Oktober 2017.

Mulai Melaut, Nelayan Pasir Gelar Tradisi Labuhan
Para nelayan TPI Pasir makan bersama pada tradisi sedekah laut, Jumat 13 Oktober 2017.
Ribuan nelayan dari lima desa, yakni Desa Pasir, Banjararjo, Jintung, Srati di Kecamatan Ayah dan Karangbolong, Kecamatan Buayan, mengikuti ritual rutin yang digelar setahun sekali itu. Ritual itu, digelar setiap memasuki musim kapat (keempat) pada hari Jumat Manis, menurut penanggalan jawa.

Sebelum larung sesaji, ribuan nelayan itu terlebih dulu mengikuti kenduri bersama dibawah gubug panjang beratap dan beralaskan blarak (daun pohon kelapa kering). Mereka membawa makanan sendiri dari rumah dan memakan bersama-sama setelah didoakan oleh Ki Pelabuh (sesepuh desa setempat).

Setelah kenduri, nelayan dan warga sekitar disuguhi pentas singkat wayang kulit dengan lakon yang selalu sama setiap tahunnya, lakon abadi itu adalah "Rama Nambak Samudra". Selain itu, dalangnya juga bukan sembarang dalang. Yakni dalang spesial ruwat yang masih suci karena belum pernah melakukan zina dan tindak asusila lainnya.

Selanjutnya setelah pentas wayang selesai, dipimpin oleh Ki Pelabuh dan kepala desa setempat melarung aneka sesaji ke laut. Sedangkan, gubug panjang dirobohkan dan dibakar.

Kepala Desa Pasir, Sukamso,  menjelaskan, tradisi ini selalu dilakukan rutin setiap tahunnya. Selain sebagai wujud syukur, kegiatan ini sebagai kebersamaan antar sesama nelayan. "Ini memag tradisi yang harus dilakukan setiap akan memulai melaut pada masa kapat," ujar Sukamso, disela-sela acara.(*) 
Powered by Blogger.