Selama Menjabat, Bupati Kebumen Harus Perbaiki 26.908 RTLH

www.inikebumen.net KEBUMEN - Selama lima tahun sejak dilantik, Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad dan Wakil Bupati Yazid Mahfudz, harus memperbaiki 26.908 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Banyaknya RTLH inilah yang menjadi salah satu penyebab Kabupaten Kebumen, masih menyandang sebagai kabupaten termiskin kedua di Jawa Tengah.

Selama Menjabat Bupati Kebumen Harus Perbaiki 26.908 RTLH
 Ini salah satu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Seboro, Kecamatan Sadang, yang akan dipugar melalui Program Pembangunan Perumahan Masyarakat Kurang Mampu (P2MKM) tahun ini.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perkim LH Kebumen, Kun Pramono, menjelaskan berdasarkan data base tahun 2014 di Kabupaten Kebumen ada 26.908 RTLH yang harus dipugar selama lima tahun.

Pihaknya menargetkan seluruh RTLH tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2019 mendatang. "Paling tidak seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen, minimal tuntas RTLH," ujar Kun Pramono.

Pihaknya berharap, dukungan semua pihak agar semua RTLH yang menjadi target program tersebut dapat diselesaikan. "Harapannya jika program ini berjalan dengan sesuai dengan target akan mengurangi kemiskinan di Kabupaten Kebumen," imbuhnya.

Sedangkan, pada tahun ini saja, Pemkab Kebumen menargetkan dapat memugar 5.618 RTLH. Target tersebut diharapkan selesai sebelum akhir tahun nanti.

"Sesuai dengan alokasi anggaran pemugaran RTLH tahun ini sebanyak 5.618 rumah. Yang bersumber dari berbagai program, ada yang dari APBD, Bantuan Provinsi, APBD, sampai CSR," terangnya.

Pemkab Kebumen mengalokasikan 2.300 RTLH dipugar melalui Program Pembangunan Perumahan Masyarakat Kurang Mampu (P2MKM) yang dananya menggunakan APBD 2017. Kemudian, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Sosial sebanyak 345, Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Kementerian PUPR sebanyak 453 rumah.

Selanjutnya, dari Bantuan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 704 rumah, Dana Desa (DD) 1.754 rumah dan CSR dari BAZNAS, BUMD, BUMN serta swadaya sebanyak 62 rumah. "Sehingga totalnya tahun ini ada 5.618 rumah kita pugar," tegas mantan Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebumen, ini.

Kun Pramono, mengungkapkan bantuan untuk bedah rumah dari DAK Kementerian PUPR sebesar Rp 7,5 juta hingga Rp 15 juta. Kemudian, bedah rumah dari Bantuan Provinsi sebesar Rp 10 juta, sedangkan untuk program P2MKM sebesar Rp 10 juta. "Ini belum dari bantuan komunitas seperti dari Sedulur Kebumen, ada juga dari Republik Ngapak," kata dia.(*)
Powered by Blogger.