Gerindra Sesalkan Bupati Terlambat Sampaikan RAPBD 2018

www.inikebumen.net KEBUMEN - Fraksi Gerindra DPRD Kebumen, menyesalkan Bupati Kebumen yang terlambat menyampaikan Raperda APBD 2018. Bupati baru menyampaikan nota keuangan dan Rancangan APBD tahun anggaran 2018 pada 21 November lalu.

Gerindra Sesalkan Bupati Terlambat Sampaikan RAPBD 2018
DPRD Kebumen menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2018, Senin, 27 November 2017.
"Ini merupakan keterlambatan eksekutif. Seharusnya sudah disampaikan dan diserahkan pada minggu pertama bulan Oktober 2017," kata juru bicara Fraksi Gerindra, Wijil Tri Atmojo, pada rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2018, Senin, 27 November 2017.

Wijil menegaskan, dalam penyusunan RAPBD 2018 harus melakukan sinkronisasi  dengan kebijakan nasional sesuai dengan potensi dan kondisi daerah. Sinkronisasi tersebut, kata dia, dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS).

"Kesepakatan yang diambil oleh eksekutif dan legislatif dalam KUA dan PPAS menjadi dasar dalam penyusunan RAPBD. Sehingga Fraksi Partai Gerindra mengingatkan dalam membahas RAPBD 2018 tidak boleh keluar dari KUA dan PPAS yang sudah disepakati," pintanya.

Ia mengingatkan, dalam penyusunan dan pembahasan RAPBD 2018 juga harus memegang prinsip –prinsip penyusunan APBD yang selalu dijelaskan dalam aturan tentang pedoman penyusunan APBD. Sedangkan untuk tahun 2018 adalah Permendagri nomor 33 tahun 2017.

"Fraksi Partai Gerindra mengingatkan agar prinsip-prinsip tersebut untuk dijalankan. Sehingga terwujud APBD yang pro rakyat dan selaras dengan perencanaan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah," imbuhnya.

Meski terlambat, Wijil berharap, keterlambatan dikarenakan dinamika yang ada tidak mengurangi substansi. "Dan semangat kita untuk senantiasa menjalankan proses-proses pembahasan kebijakan pembangunan di Kabupaten Kebumen demi terwujudnya kesejahteranan masyarakat," imbuhnya lagi.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Cipto Waluyo, itu dihadiri oleh 33 anggota dari 50 anggota DPRD Kebumen. Dari pihak eksekutif hadir Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz.

Pendapatan daerah pada RAPBD Kabupaten Kebumen 2018 diproyeksikan sebesar Rp2,647 triliun lebih. Dengan rincian Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 347,309 miliar lebih. Kemudian Dana Perimbangan sebesar Rp 1,683 triliun lebih dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp 616,356 miliar lebih.

Sementara, pos belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp 2,810 triliun lebih. Dengan rincian belanja tidak langsung mencapai Rp 1,718 trliun dan belanja langsung sebesar Rp 1,092 triliun lebih. Sedangkan defisit direncanakan sebesar Rp 163,936 miliar lebih.(*)
Powered by Blogger.