Kebumen Belum Miliki Penerjemah Bahasa Isyarat

www.inikebumen.net KEBUMEN - Penyandang difabel, khususnya penyandang tuna rungu di Kabupaten Kebumen belum mendapat pelayanan optimal. Bahkan hingga kini belum ada penyandang tunarungu yang bekerja menjadi PNS. Penyebabnya, jika ingin mempekerjakan tunarungu harus menyediakan penterjemah bahasa isyarat.
Kebumen Belum Miliki Penerjemah Bahasa Isyarat
Kepala Dinas Sosial dan PPKB Kebumen, HA Dwi Budi Satrio, membuka pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).
Kepala Dinas Sosial dan PPKB Kabupaten Kebumen, HA Dwi Budi Satrio, mengatakan penyandang tunarungu memiliki hak yang sama dengan penyandang disabilitas lainnya dan dengan orang normal. Namun, selama ini yang sering menjadi kendala adalah masalah komunikasi.

"Padahal mereka juga berhak mendapat pelayanan publik. Misalnya, kalau dia ingin berobat ke rumah sakit dan disana nggak ada penterjemah bahasa isyarat. Ini kan juga kendala," kata Budi Satrio, pada acara pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) di Hotel Mexolie Kebumen, Selasa, 28 November 2017.

Terlebih Kabupaten Kebumen, hingga saat ini belum memiliki penerjemah bahasa isyarat bersertifikat. Dengan alasan itu, Dinas Sosial dan PPKB Kebumen menyelenggarakan pelatihan bahasa isyarat yang menghadirkan pelatih dari Bisindo.

Sedikitnya, 30 peserta mengikuti pelatihan yang jarang diselenggarakan tersebut. Mereka berasal sejumlah SLB, Gerkatin, dan panti asuhan. Bahkan Pemkab Kebumen, disebut-disebut sebagai pemerintah kabupaten pertama yang menyelenggarakan pelatihan bahasa isyarat dengan Bisindo.

Ia berharap dengan pelatihan bahasa isyarat tersebut, akan lahir penerjemah bahasa isyarat di Kebumen. Sehingga pelayanan terhadap penyandang tuna rungu akan semakin optimal.

"Kalau ini terwujud, maka ini akan mendukung upaya Pak Bupati yang ingin menjadikan Kabupaten Kebumen, menjadi kabupaten inklusi," imbuhnya.(*)
Powered by Blogger.