Bupati Kebumen Wacanakan Cabut Bantuan Warga Miskin yang Masih Merokok

www.inikebumen.net KEBUMEN - Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, mewacanakan akan mencabut bantuan pemerintah bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kabupaten Kebumen yang anggota keluarganya masih merokok. Hal itu ditegaskan bupati pada sejumlah kesempatan setelah melihat fakta banyaknya warga miskin yang merokok.

Bupati Kebumen Wacanakan Cabut Bantuan Warga Miskin yang Masih Merokok
Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, meninjau kolam ikan gurame di Desa Purwosari, Kecamatan Puring, pada rangkaian kegiatan safari dan subuh berbagi belum lama ini.
"Kalau merokok itu artinya kan sudah mampu. Itu sama saja duitnya dibakar," tegas Mohammad Yahya Fuad, saat meninjau Kelompok Tani Ternak di Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor, belum lama ini.

Menurutnya, banyak warga miskin yang menunggak membayar beras bantuan/Rastra/Raskin. Tetapi mereka mampu membeli rokok. "Kita akan edukasi masyarakat. Setidaknya kalau belum bisa meningkatkan pendapatan, paling tidak ya bisa mengurangi pengeluaran yang tidak perlu," ujarnya.

Selain itu, bupati juga akan mengevaluasi RTM penerima bantuan. Ke depan, penerima bantuan tidak lagi akan diberikan kepada RTM pemalas. Pasalnya, selama ini sudah banyak bantuan pemerintah yang digelontorkan tetapi tidak efektif mengurangi jumlah RTM di Kebumen.

"Jadi nanti warga miskin yang menerima bantuan itu, warga miskin yang masih produktif. Sehingga mereka mau berusaha, tidak setelah terima bantuan habis begitu saja," kata bupati.

Melalui kebijakan baru tersebut, bupati berharap bisa mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen.
Kepala Bagian Humas Setda Kebumen, Sukamto, menjelaskan penerima bantuan usaha untuk RTM ke depan harus memuat nama penerima, alamat penerima dan jenis usahanya yang jelas.

"Untuk itu bapak bupati turun langsung ke wilayah, untuk melihat langsung program bantuan dari pemerintah, baik yang berhasil agar bisa direplikasi. Selain juga melihat kegagalan yang ada, ini untuk diantisipasi dan dicarikan solusinya," terang Sukamto.

Dari hasil temuan, salah satu penyebab tidak berjalannya program bantuan pemerintah untuk RTM karena kurangnya pendampingan dari tenaga ahli. Selain itu juga pembukuan kurang tertib.

"Dua hal ini akan mendapat prioritas penanganan. Diantanya pada tahun 2018 akan direkrut tenaga ahli untuk mendampingi RTM, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa untuk memastikan progam bantuan bisa berhasil," ungkapnya.

Ia menambahkan, kepala desa juga mulai diminta memetakan RTM secara rinci. "Mulai dari kebutuhan dan potensinya, kemudian minat dibidang apa. Sehingga bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, minat dan tepat sasaran," tandasnya.(*)

Powered by Blogger.