Korban Kebakaran Kebumen Perlu Lebih Dipedulikan

www.inikebumen.net PETANAHAN - "Tanpa mengurangi simpati kepada korban bencana yang lain, korban kebakaran perlu lebih dipedulikan," ujar Kang Juki saat bersama Ikatan Keluarga Alumni SMP N 3 Kebumen angkatan 1983 (IKA SPENAGA '83) menyerahkan bantuan untuk keluarga Darno (42), Sabtu, 2 Desember 2017.

Korban Kebakaran Kebumen Perlu Lebih Dipedulikan

Alumni SMP Negeri 3 Kebumen angkatan 1983 (IKA SPENAGA '83) menyerahkan bantuan untuk keluarga Darno, korban kebakaran di Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan.
Nelayan warga Dukuh Plesung RT 02 RW 02 Desa Karangreja, Kecamatan Petanahan ini, rumahnya terbakar habis pada Senin, 20 November 2017 lalu. Sampai saat ini keluarga Darno yang mempunyai tiga orang anak masih menumpang di rumah mertuanya, sekitar 15 meter di belakang rumahnya, yang selamat tidak terkena percikan api.

Menurut salah satu alumni, Kang Juki, kalau korban bencana lain, dalam penderitaanya ada kawan senasib, sehingga tidak merasa sendirian. "Sementara korban kebakaran, apalagi rumah tinggal, bukan hanya tak punya kawan senasib, setelah beritanya lewat mungkin tak banyak yang ingat," kata Kang Juki.

Hal ini dibenarkan Sekretaris IKA SPENAGA '83, Endang Widuri, sehingga komunitas alumninya sepakat berusaha untuk lebih peduli pada korban kebakaran.

Bantuan dari IKA SPENAGA '83 tersebut, menurut bendaharanya, Widyastuti, dikumpulkan secara spontan melalui WhatsApp Group (WAG) yang para anggotanya tersebar di berbagai kota. Dana yang terkumpul kemudian ditambah beberapa perlengkapan rumah tangga sumbangan anggota yang ada di Kebumen.

Darno beserta istrinya sangat berterima kasih menerima bantuan tersebut. Menurutnya setelah hampir dua minggu mengalami musibah kebakaran rumah, dia memang sudah menerima bantuan berupa perlengkapan rumah tangga dan makanan dari berbagai pihak, antara lain dari PMI, Pramuka, Dinsos, BPBD dan Pemerintah Desa setempat. Selain itu juga ada bantuan peralatan sekolah untuk anak keduanya yang duduk di bangku kelas 6 SD. Sementara anak sulungnya sudah bekerja dan anak bungsunya baru berusia 4,5 tahun.

Namun sampai saat ini Darno belum memiliki gambaran, kapan bisa mulai membangun rumahnya kembali. Sebagai nelayan, Darno sedang tidak melaut karena cuaca belum bersahabat.

Anggota IKA SPENAGA '83 lain yang hadir adalah: Tugiyati, Ida Riyani, Harginingsih dan Arif Rahmadi. Kepada keluarga Darno, selain mengharapkan bisa tabah menghadapi musibah juga mendoakan mudah-mudahan rumahnya bisa dibangun kembali.

"Insya Allah nanti ada bantuan lagi yang menyusul," ujar Tugiyati saat berpamitan.(*)

Powered by Blogger.