2017, Angka Kematian Bayi di Kebumen Turun 40 Kasus

www.inikebumen.net KEBUMEN - Bertepatan dengan Hari Jadi ke-82, derajat kesehatan masyarakat Kebumen diklaim makin membaik. Usia harapan hidup meningkat dari 72,57 menjadi estimasi 72,96. Hal itu dikatakan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, pada upacara Hari Jadi ke-82 Kabupaten Kebumen di Alun-alun Kebumen, Senin 1 Januari 2018.

2017, Angka Kematian Bayi di Kebumen Turun 40 Kasus
Mantan Bupati Kebumen Rustriningsi dan suami hadir pada upacara Hari Jadi ke-82 Kabupaten Kebumen, 1 Januari 2018.
Menurutnya, angka kematian ibu tercatat 10 kasus, turun dari 16 kasus pada 2016. Angka kematian bayi juga menurun, dari 179 kasus menjadi 139 kasus. "Untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan telah dioperasikan RSUD Prembun," terangnya.

Kemudian di bidang pendidikan, angka partisipasi murni (APM) SD sederajat 88,47 persen, SMP sederajat 71,55 persen, dan SMA sederajat 68,77 persen.

Di bidang pertanian dan peternakan, Kabupaten Kebumen masih menjadi lumbung padi di Jawa Tengah dengan luas panen 78.584,2 hektar dan produksi padi 436.923,8 ton. "Kita punya surplus 126.607 ton. Ke depan, kita juga akan punya keunggulan pohon kelapa," imbuhnya.

Sementara di bidang peternakan, populasi sapi di Kabupaten Kebumen mencapai 65.582 ekor. Dari jumlah tersebut 59.024 ekor diantaranya merupakan sapi PO, yang sudah terkenal di tingkat nasional.

Lebih jauh, bupati menyampaikan, di bidang pariwisata, jumlah kunjungan wisata di tahun 2017 di Kabupaten Kebumen mencapai 1,02 juta orang dengan pendapatan sekitar Rp 5,65 miliar. "Invetasti kita di tahun 2017 mencapai Rp 292,58 miliar dengan nilai kepuasan masyarakat untuk pelayanan perijinan 82,20 persen," ujarnya.

Di bidang keagamaan, Pemkab Kebumen memberikan bantuan untuk tempat ibadah, termasuk TPQ dan organisasi keagamaan. "Kita juga ada gerakan shalat subuh berjamaah hampir 10 bulan dan meningkat menjadi subuh berbagi," kata dia.(*)
Powered by Blogger.