Kebumen Miliki Tanaman Pohon Kelapa Terluas Ketiga di Pulau Jawa

www.inikebumen.net JAKARTA - Kabupaten Kebumen menjadi kabupaten penghasil kelapa terbesar ketiga di Pulau Jawa. Kebumen hanya dikalahkan oleh Kabupaten Pandeglang, Banten dan Pangandaran, Jawa Barat.

 Kebumen Miliki Tanaman Pohon Kelapa Terluas Ketiga di Pulau Jawa
Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, menyampaikan paparannya pada rapat kerja kabupaten penghasil kelapa di Hotel Maxxone Jakarta, Senin 8 Januari 2018.
Sedangkan, di Indonesia Kabupaten Kebumen menduduki peringkat ke 14 sebagai daerah penghasil kelapa terluas. Hal itu terungkap pada Rapat Kerja Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa di Hotel Maxxone Jakarta, Senin 8 Januari 2018.

Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten (Distapang) Kebumen, luas lahan yang ditanami pohon kelapa di Kabupaten Kebumen mencapai 33.656 haktare. Dari jumlah itu 21.358 hektare pohon kelapa produktif, 11.800 hektar belum menghasilkan. Sedangkan, 498 hektar sudah tidak produktif karena tanaman sudah tua.

Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, yang hadir pada acara itu, menyampaikan dengan luasnya lahan tersebut, Kabupaten Kebumen sangat potensial menggenjot produksi kelapa.

"Kita tahu pohon kelapa hampir semua yang ada bisa dimanfaatkan. Mulai dari sabutnya, batok kelapa, buah, air kelapanya hingga pohonnya. Itu semua bermanfaat," kata Mohammad Yahya Fuad, disela-sela mengikuti rapat kerja tersebut.

Meski memiliki lahan yang cukup luas, sayanganya tanaman pohon kelapa yang ada di Kabupaten Kebumen kurang terawat. Menurut bupati, hal ini menjadi permasalahan yang harus segera diatasi.

"Permasalahan yang terjadi selama ini, meski setiap hari memberi manfaat kepada masyarakat. Tetapi pohon kelapanya tidak pernah dipupuk, tidak dirawat, sehingga produktivitasnya menurun," ujar bupati yang juga Wakil Koordinator Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa,  didampingi Kepala Distapang, Pudji Rahaju.

Persoalan lainnya, kata bupati, pohon kelapa yang ada di Kebumen didominasi pohon yang sudah tua. Rata-rata usianya antara 20-40 tahun, sehingga sangat menjulang tinggi. Karena itu pula, khususnya bagi petani penderes, anak-anaknya enggan untuk menjadi penderes karena pohonnya terlalu tinggi.

"Karena itu koalisi pemerintah kabupaten penghasil kelapa, kita mencoba mengurai permasalahan mendasar bagi daerah penghasil kelapa," imbuhnya.(*)

BACA JUGA:
> Untuk Kembangkan Bibit Kelapa Genjah Entok, Pemkab Kebumen Bakal Kerjasama dengan Meksiko
Powered by Blogger.