Produksi Beras Nasional Dipastikan Melebihi Target

www.inikebumen.net BANJARNEGARA - Produksi beras nasional hingga akhir 2017 lalu telah mengalami surplus hingga 0,4 juta ton. Hal ini lantaran total panen padi pada Desember 2017 dari lahan seluas 1,1 juta hektar dengan hasil mencapai 6 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 3 juta ton beras.

Produksi Beras Nasional Dipastikan Melebihi Target
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, mengikuti acara Gerakan Panen Padi Bersama di Desa Pringamba, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu 6 Januari 2018. 
"Produksi ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional 2,6 juta ton dan berarti surplus 0,4 juta ton," terang Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, pada acara Gerakan Panen Padi Bersama di Desa Pringamba, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu 6 Januari 2018.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, luas tanam pada secara nasional pada Juli-September 2017 mencapai 1,0-1,1 juta hektar perbulan. "Ini berarti naik dua kali lipat dari tahun sebelum ada program Upsus yang hanya 500 ribu hektar perbulan," ujar Momon.

Menurutnya, peningkatan luas tanam musim kering Juli-September naik dua kali lipat merupakan solusi permanen dari dampak Program Upsus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Yang telah menyelesaikan rehabilitasi jaringan irigasi tersier 3,4 juta hektar atau 113 persen. Kemudian, pembangunan 2.278 unit embung/dam parit/ long storage, perluasan dan optimasi lahan 1,08 juta hektar.

Selain itu juga, pengembangan lahan rawa 367 ribu hektar, mekanisasi dengan bantuan alsintan traktor, pompa, rice transplanter, combine harvester 284.436 unit naik 2.175 persen dari tahun 2014. Kemudian, bantuan benih 12,1 juta hektar, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton serta asuransi usaha tani padi 1,2 juta hektar.

Sementara itu, pada Januari-Februari 2018 merupakan puncak panen raya di Jawa Tengah.Pada Januari ini, alokasi panen di Jawa Tengah seluas 110.652 hektar dan alokasi panen di Kabupaten Banjarnegara ada 735 hektar.

"Ini mampu menyediakan beras untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Sehingga pasokan beras cukup sekaligus harga beras stabil. Fenomena kekurangan pasokan beras yang biasanya terjadi di bulan Januari dan Februari tidak akan terjadi," paparnya.

Lebih jauh, Momon mengatakan terjaminnya produksi padi Kabupaten Banjarnegara ini disebabkan karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi.

"Misalnya, untuk mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya," imbuhnya.

Selain itu, pendampingan dan terjun langsung ke lapangan pun massif dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman. Ia menegaskan, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah terus memberikan bimbingan dan pengawalan serta usaha peningkatan produksi dan peroduktifitas padi. "Jadi proses produksi berjalan lancar," tandasnya.(*)
Powered by Blogger.