Rusaknya Kawasan Karst Disebut jadi Pemicu Banjir di Watukelir dan Kalibangkang

www.inikebumen.net AYAH - Banjir yang melanda dua desa wilayah pegunungan di Kecamatan Ayah, menunjukkan kerusakan lingkungan di kawasan tersebut sudah dalam tahap memprihatinkan.
Rusaknya Kawasan Karst Disebut jadi Pemicu Banjir di Watukelir dan Kalibangkang
Anak-anak mandi pada genangan banjir di Desa Watukelir, Kecamatan Ayah.
Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kebumen, Sukamsi, menyebut bencana banjir yang merendam Desa Watukelir dan Kalibangkang, Kecamatan Ayah, disebabkan karena tersumbatnya luweng, atau mulut goa di Kawasan Karst Gombong Selatan.

"Ini perlu penanganan serius, karena ini sudah tidak wajar," ujar Sukamsi, kepada inikebumen.net, Sabtu pagi, 6 Januari 2018.

Pihaknya pun mengusulkan agar mulut goa kawasan karst yang berada di wilayah tersebut agar dinormalisasi. Sehingga bencana banjir tidak lagi terjadi di wilayah pegunungan selatan Kebumen.

"Selain itu, juga perlu penyadaran masyarakat sadar bencana melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana)," imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak 446 KK di dua desa di Kecamatan Ayah, terisolir akibat banjir yang terjadi pada Jumat 5 Januari 2018. Dua desa tersebut yakni Desa Kalibangkang dan Watukelir.

Banjir menggenangi dua pedukuhan di Desa Kalibangkang, meliputi Dukuh Sara Jaya dengan jumlahh 131 KK dan Dukuh Pereng Aub 35 KK. Sedangkan, di Desa Watukelir, wilayah yang terendam banjir berada di tiga RT meliputi RT 01, 02, dan RT 03 RW 04 dengan jumlah warga yang terisolir mencapai 280 KK.(*)
Powered by Blogger.