Laskar Khimayatul Islam Kebumen Tolak Paham Radikalisme

www.inikebumen.net KARANGANYAR - Laskar Khimayatul Islam bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Daaruth Thoyyibah Desa Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, menyatakan menolak terhadap paham radikalisme berkembang di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan pada kegiatan kontra radikal yang diselenggaran oleh Satgas Baintelkan Polri dan jajaran polres Kebumen di pondok pesantren tersebut, kemarin.

Laskar Khimayatul Islam Kebumen Tolak Paham Radikalisme
Pimpinan Laskar Khimayatul Islam saat menyampaikan tausiyahnya kepada para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Daaruth Thoyyibah Desa Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar
 Pimpinan Laskar Khimayatul Islam, Ustadz Yunus Anis Al Badri, menegaskan anggota laskar bersama para santri Ponpes Daaruth Thoyyibah mendukung program pemerintah dalam memerangi radikalisme dan terorisme.

Selain itu, mereka juga bersedia membantu pihak kepolisian untuk menjaga keamanan dan tidak akan mudah terpengaruh oleh adanya upaya provikatif yang menyebar isu SARA yang belakangan ini marak terjadi di Jawa Tengah.

"Kita siap untuk membantu memerangi terorisme di Indonesia yang telah mencoreng nama umat muslim dengan mengatasnamakan agama Islam," kata pria yang juga pengasuh pondok pesantren tersebut dalam tausiyahnya.

Ustadz Anis menambahkan, saat ini berkembang dengan masif pengaruh negatif yang membawa agama ke ranah poltik, terorisme, dan tindakan anarkis. "Maka dari itu apabila ada ajakan negatif silahkan berdiskusi dengan guru dan ustadz. Patuhi nasihat mereka dan semoga menjadi anak yang baik dan sukses," tegas Ustadz Anis, dihadapan para santrinya. 

Hadir pada acara tersebut, Baintelkam Polri AKBP Ali Murni, Pimpinan Laskar Khimayatul Islam Ustadz Yunus Anies Al Badr dan Istri, Sri Winarti. Pengasuh Ponpes Daruth Thoyibah, para Ustad/Ustadzah dan ratusan santri.(*)
Powered by Blogger.