Berhasil Tutup Lokalisasi Tamanwinangun, Satpol PP Kebumen Dapat Pujian

www.inikebumen.net KEBUMEN - Selama tahun 2017, kinerja Satpol PP dinilai baik. Indikatornya yakni penegakan Perda sebanyak 750 pelanggaran, 19 diselesaikan melalui jalur hukum dan 731 diselesaikan secara persuasif.

Berhasil Tutup Lokalisasi Tamanwinangun, Satpol PP Kebumen Dapat Pujian
Ilustasi
Tak hanya itu, pada Februari 2018 lalu, juga telah dilaksanakan penegakan Perda Nomor 7 Tahun 1973. Berupa  penutupan rumah tempat pelacuran yang berlokasi Pasar Tamanreja Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Kebuemn. Yakni dalam bentuk pembongkaran tiga bangunan. Juga pemasangan tanda larangan melakukan kegiatan pelacuran dan prostitusi.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, pada Upacara Bendera 17-an dan  Peringatan Hari Ulang Tahun Satpol PP Ke-68, Satlinmas Ke-56, dan Hari Pemadam Kebakaran Ke–99 Tingkat Kabupaten Kebumen di Lapangan Setda Kebumen, Senin 19 Maret 2018.

Yazid Mahfudz mengungkapkan, tema peringatan kali ini adalah Satpol PP dan Satlinmas siap mengawal Pilkada serentak 2018. Tema ini mengandung arti, Satpol PP dan Satlinmas harus lebih siaga di tahun politik ini.

Antara lain, membantu menjaga ketentraman penyelenggaraan pemilu dan Pilkada baik sebelum. atau pada saat pemungutan maupun setelah pelaksanaan pemilihan. "Saya senang karena kegiatan trantibun Satpol PP dalam rangka Pilgub 2018 juga telah dilaksanakan," ujar Yazid Mahfudz.

Diantaranya mengadakan patroli wilayah secara rutin bersama Aparat keamanan, Panwas dan KPU. Juga penertiban Alat Peraga Kampanye (APK). Sampai dengan minggu kedua Maret, terdapat 274 APK yang telah ditertibkan.

Wakil Bupati mengingatkan Polisi Pamong Praja mempunyai peranan penting dan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Yaitu dalam mengamankan program-program pemerintah daerah, khususnya dalam penegakan Peraturan Daerah. Tujuannya, untuk mewujudkan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat," terangnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Kebumen merupakan daerah rawan bencana. Karena itu, ketepatan, kecepatan, serta tindakan konsolidasi sangatlah menentukan. Utamanya dalam mendukung kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana dan penanganannya.

Ia berharap Satlinmas dapat menjadi contoh dan penggerak masyarakat. Khususnya untuk melakukan upaya perlindungan masyarakat, yang dititik beratkan pada upaya pencegahan atau mitigasi. "Disamping upaya penanggulangan, guna memperkecil korban jiwa dan kerugian harta benda," tandasnya.(*)

BACA JUGA:
2017, di Kebumen Terjadi 39 Kasus Kebakaran dengan Kerugian Capai Rp 21,4 Miliar
Powered by Blogger.