Kapolres Kebumen: Kalau Ingin Kaya Jangan jadi Polisi

www.inikebumen.net KEBUMEN - Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, mengajak masyarakat Kabupaten Kebumen untuk mendaftar menjadi calon polisi. Terlebih saat ini, jumlah anggota Polri di Polda Jawa Tengah, jika dibandingkan dengan masyarakat masih jauh dari kata ideal.
Kapolres Kebumen: Kalau Ingin Kaya Jangan jadi Polisi
Sosialisasi Penerimaan Anggota Polri di Alun-alun Kebumen, Minggu 18 Maret 2018
 Saat ini perbandingannya 1:958, artinya satu polisi harus melayani 958 orang. Padahal idealnya, jika dibandingkan dengan masyarakat, adalah 1:350. "Tentu masih banyak kekurangan personel," ujar AKBP Arief Bahtiar, membacakan amanat Kapolda Jateng pada sosialisasi penerimaan Polri padaacara Car Free Day (CFD) di Alun-alun Kebumen, Minggu 18 Maret 2018.

Namun, demikian Arief Bahtiar menegaskan, jika ada warga ingin menjadi orang kaya, dia menganjurkan mengurungkan niatnya menjadi anggota polisi sejak awal. Karena menurutnya, kebanggaan menjadi polisi adalah dapat mengabdi kepada masyarakat.

Melalui sosialisasi tersebut, Kapolres Kebumen mengajak seluruh masyarakat atau yang memiliki putra putri, sesuai kriteria yang telah ditentukan untuk ikut berpartisipasi mengikuti seleksi penerimaan Polri.

Ia menegaskan, masuk polisi gratis. Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin mendaftar polisi, agar tidak mudah percaya iming iming uang pelicin agar bisa lolos seleksi.

"Semua itu, sesuai kemampuan masing masing. Yang bisa menentukan lulus tidaknya, ya diri kita masing-masing. Persiapkan diri sejak awal," himbaunya.


Salah satu Bintara remaja, Bripda Bayu Setiawan (18) menceritakan pengalamannya masuk polisi itu, tidak menggunakan uang sepeser pun. Polisi, putra dari Supardi (40) warga Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, yang baru dilantik pada awal bulan Maret tahun ini, bisa lulus seleksi masuk Polri berkat usahanya.

Polisi lulusan SMA Negeri 1 Gombong itu, setiap hari meluangkan waktunya untuk olah raga dua kali sehari, pagi dan sore. Jika malam hari dan menjelang subuh, Bripda Bayu menggunakan waktunya untuk belajar. Kegiatan itu, ia tekuni terus hingga proses seleksi Bintara Polri 2017 lalu.

"Alhamdulillah, dengan usaha itu, saya bisa lolos seleksi. Dan sekarang saya sudah dilantik menjadi polisi," katanya.

Jika ingin menjadi polisi, nantinya para peserta harus mengikuti test seleksi. Di dalam test itu ada ujian akademik pengetahuan umum, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris.

Untuk menjadi anggota Polri, bisa melalui empat jalur penerimaan. Para masyarakat bisa melalui jalur Akademi Kepolisian (AKPOL), jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber sarjana (SIPSS), jalur Bintara Polri dan jalur Tamtama Polri. Kepada masyarakat bisa membuka informasi pendaftaran melalui website penerimaan.polri.go.id.

Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Muspika Kecamatan Kebumen, PJU Polres Kebumen, Kapolsek Jajaran.(*)
Powered by Blogger.