Malam ini, "Robohnya Surau Kami" Dipentaskan di Aula PDM Kebumen

www.inikebumen.net KEBUMEN - Koalisi NU-Muhammadiyah di panggung politik Kebumen tengah mendapat ujian dengan ditersangkakannya Bupati Mohammad Yahya Fuad oleh KPK. Berbagai rumor ikut memperuncing, dari mulai kudeta sampai penelikungan. Namun di panggung seni budaya, seniman NU-Muhammadiyah mencoba berkolaborasi menawarkan alternatif hiburan segar.

Malam ini, "Robohnya Surau Kami" Dipentaskan di Aula PDM Kebumen
Ilustrasi
"Robohnya Surau Kami", salah satu cerpen yang dijadikan judul buku kumpulan cerpen AA Navis terbitan tahun 1956, akan diadaptasi ke dalam bentuk pentas teater. Teater Sinar SMA Muhammadiyah Gombong akan mementaskannya bekerja sama dengan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen dan Teater Gerak IAINU Kebumen.

Naskah diadaptasi oleh Putut AS, seniman teater yang juga Sekretaris Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen. Bertindak sebagai sutradara, Muhlis Sawali, salah satu pembina kesenian SMA Muhamadiyah Gombong.

Sebagai salah satu tokoh teater Kebumen, Putut berharap pementasan Teater Sinar bisa mendorong teater lainya di Kebumen untuk mementaskan karya tanpa menunggu ada lomba.

"Sejak pertengahan tahun lalu, kami ditantang Kang Juki selaku pembina DKD Kebumen, untuk berani mencanangkan target, tahun 2018 ini teater dari Kebumen bisa pentas di Jakarta," ujar pimpinan Teater Ego ini, Jumat 9 Maret 2018.

Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut Putut, perlu meningkatkan frekuensi pentas agar bisa lebih percaya diri. "Kalau pentas di kota lain di Jateng sudah biasa, tapi untuk Jakarta belum pernah. Perlu persiapan tersendiri agar bisa diapresiasi penggemar teater dari berbagai penjuru tanah air, yang ada di Jakarta," kata dia.

Lebih lanjut, Putut menjelaskan, kalau bisa terlaksana pementasan teater Kebumen di Jakarta, dapat juga berkolaborasi dengan seni tradisional khas Kebumen. Misalnya Cepetan. Dengan demikian sekaligus sambil mengenalkan seni tradisional Kebumen.

"Apalagi latar belakang sejarah lahirnya Seni Cepetan cukup relevan dengan persoalan aktual, yakni penguasaan lahan oleh asing," terangnya.

Untuk itu, Putut mengharapkan dukungan semua pihak bagi perkembangan teater di Kebumen. Selain mengajak masyarakat untuk menyaksikan, Putut berharap ada yang mau membuat kritik teater.

"Seni tanpa kritik seni sulit berkembang. Di Kebumen banyak guru bahasa Indonesia, mestinya bisa memberikan kritik setelah menyaksikan pementasan. Bisa melalui media cetak, elektronik atau media sosial," harapnya.

Pementasan "Robohnya Surau Kami" rencananya akan dilaksanakan malam ini, Sabtu 10 Maret 2018 dimulai pukul 19.30 WIB di Aula PDM, Jalan Indrakila Nomor 38A Kebumen. Bagi yang berminat menonton, harga tanda masuk cukup murah, hanya lima ribu rupiah.(*)
Powered by Blogger.