736 Pramuka Penggalang SD/MI di Kebumen Ikuti Perkemahan Jambore di Widoro

www.inikebumen.net KEBUMEN - Sebanyak 736 pramuka penggalang mengikuti perkemahan Jambore Penggalang  SD dan MI tingkat Kabupaten Kebumen. Perkemahan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, itu dipusatkan di Bumi Perkemahan Widoro Kecamatan Karangsambung digelar selama tiga hari. Yakni 19-21 April 2018.

736 Pramuka Penggalang SD/MI di Kebumen Ikuti Perkemahan Jambore di Widoro
Peserta Jambore Penggalangan SD/MI di Bumi Perkemahan Widoro Kecamatam Karangsambung
Ketua Panitia Jambore Penggalang SD/MI Kwarcab Kebumen, Gunadi, mengatakan peserta merupakan perwakilan dari kwartir ranting (Kwarran) yang ada di Kabupaten Kebumen. Masing-masing Kwarran mengirimkan dua regu putra dan dua regu putri.

Dari 736 peserta itu tergabung dengan 45 regu putra dan 47 regu putri, dengan masing-masing regu terdiri dari 8 anak. "Ada beberapa Kwarran yang tidak mengirimkan dua regu putra dan dua putri. Seharusnya kan ada 52 regu, ini hanya ada 45 putra dan 47 putri," kata Gunadi, yang juga Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen.

Gunadi menjelaskan, jambore Pramuka Penggalang SD/MI adalah kegiatan rekreasi edukatif yang diselenggarakan di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka. "Sebagai sarana pembinaan pramuka penggalang SD/MI yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan perdamaian," ujarnya.

Ahmad Ujang Sugiono, saat membacakan sambutan Plt Bupati Kebumen selaku Ka Mabicab Gerakan Pramuka Kebumen, Yazid Mahfudz, menyampaikan Pramuka merupakan wahana untuk membentuk generasi muda yang kokoh, tangguh, trengginas dan  peduli. 

Menurutnya, jambore Pramuka ini merupakan salah satu momentum strategis untuk meningkatkan kualitas kepramukaan. Serta kualitas diri dengan rajin belajar dan berlatih guna meraih sukses kehidupan masa depan.

"Generasi yang demikian sangat diperlukan untuk menjalankan pembangunan. Karenanya, kegiatan ini memberi harapan kepada kita semua. Khususnya Kabupaten Kebumen. Bahwa generasi yang kita idam-idamkan akan tumbuh dan berkembang disini," kata Ujang Sugiono.

Lebih jauh, Gerakan Pramuka dituntut untuk menjadi wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum muda. Apalagi seiring perkembangan jaman, permasalahan yang yang dihadapi terus berkembang.

"Ada masalah-masalah ”klasik” yang membutuhkan uluran tangan kita semua. Kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan kenakalan remaja. Pramuka harus benar-benar siap menghadapi tantangan. Seberat apa pun demi tegak dan jayanya bangsa dan negara," tandasnya.(*)

Powered by Blogger.