Enam Wartawan Gadungan Peras Pemdes di Karanganyar

www.inikebumen.net KARANGANYAR - Mengaku sebagai wartawan, enam orang diduga telah melakukan aksi pemerasan terhadap aparat Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa sore, 3 April 2018, sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam aksinya, enam wartawan gadungan yang mengaku berasal dari Media Lintas Hukum, untuk memeriksa program sertifikat tanah Prona, penerapan dana desa dan bantuan-bantuan lain dari pemerintah di desa tersebut.
Enam Wartawan Gadungan Peras Pemdes Pohkumbang, Karanganyar
Tiga orang dari enam wartawan gadungan, yang berhasil diambil gambarnya oleh perangkat Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar
Kapolsek Karanganyar, AKP Mawakhir, menjelaskan enam wartawan gadungan itu mengaku dari media Lintas Hukum. Mereka datang ke desa tersebut menggunakan mobil Nopol B-1918-PFZ. Ada tujuh orang yang mendatangi Desa Pohkumbang, enam orang mengaku sebagai wartawan, salah satunya perempuan dan satu sopir.

"Mereka diterima oleh perangkat desa, saat ditanya surat tugas dan identitas mereka marah," ujar AKP Mawakhir, Selasa malam.

Selanjutnya, wartawan gadungan itu menanyakan ketua panitia program Prona. Kemudian, keenam wartawan gadungan itu diantar perangkat desa ke rumah Ketua Panitia Prona. "Disana tanya-tanya soal Prona dan bantuan-bantuan lain," ucapnya.

Enam Wartawan Gadungan Peras Pemdes Pohkumbang, Karanganyar
Sebuah majalah yang dibawa oleh enam wartawan gadungan untuk menakut-nakuti perangkar desa.
Namun, karena tidak menemukan pelanggaran, keenam orang itu pamitan dan meminta uang bensin. Mereka meminta masing-masing minimal Rp 50.000, sehingga perangkat desa setempat memberikan uang Rp 300.000. "Setelah menerima uang, enam orang ini pulang dan meninggalkan majalah Media Lintas Hukum," imbuhnya.

Sayangnya, kejadian itu tidak dilaporkan ke polisi. "Ini modus yang selalu digunakan oleh wartawan-wartawan gadungan. Saya menghimbau kalau ada seperti ini lapor," tegasnya.(*)

Powered by Blogger.