Gus Yazid Ingin Kebumen Bangkit dari Masjid

www.inikebumen.net MIRIT - Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, berharap Masjid Al-Mansur Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, seperti  Masjid  Jogokaryan di Yogyakarta. Dimana shalat subuh di sana sudah seperti shalat jumat.
Gus Yazid Ingin Kebumen Bangkit dari Masjid
Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, meninjau Masjid Al-Mansur usai meresmikan masjid tersebut di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Rabu 11 April 2018.
Terlebih, sejak April setahun lalu, Pemkab Kebumen telah meluncurkan program shalat subuh berjamaah.

"Untuk itu, pengurus dan takmir masjid perlu mengembangkan berbagai program dan kegiatan yang inovatif dan menarik. Sehingga jamaah, termasuk generasi muda rajin memakmurkan masjid," ujar Yazid Mahfudz, meresmikan masjid terpadu yang terletak di Jalan Daendels itu.

Menurutnya, salah satu kelemahan orang Indonesia adalah bisa membangun tapi sulit merawat. Karenanya, jamaah dan pengurus masjid harus merawat masjid ini. Gus Yazid (sapaan akrab Yazid Mahufdz), meminta masyarakat setempat menjaga kebersihan, dan keindahan masjid.

"Makmurkan dengan kegiatan-kegiatan ibadah mahdoh dan kegiatan lain untuk membawa perubahan positif. Kita ingin Kabupaten Kebumen sukses dan bangkit dari masjid," tegasnya.

Lebih jauh, Gus Yazid, memaparkan masjid merupakan tempat yang strategis untuk membina dan menggerakkan potensi umat Islam. Juga dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang tangguh dan berkualitas. 

"Peran Masjid bukan hanya sekedar tempat ibadah yang bersifat hablun minallah semata. Namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Untuk mengatasi keterbelakangan umat. Khususnya menanggulangi kemiskinan dan kebodohan," tandasnya.

Kabag Kesra Setda Kebumen, Wahib Tamam, menjelaskan Masjid Al-Mansur dibangun menggunakan dana hibah dari Pemkab Kebumen sebesar Rp 500 juta. Masjid ini adalah masjid terpadu di jalan nasional, yang merupakan merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. Program ini mulai berjalan tahun 2017  lalu.

Awalnya, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2,5 miliar. Namun, setelah disurvei oleh tim dari Pemkab Kebumen, Masjid Al-Mansur hanya tinggal pengembangan, sehingga bantuan dana hibah tahun ini hanya menerima Rp 500 juta. "

Masjid terpadu itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Diantaranya ada panti asuhan anak yatim, TPQ, poliklinik masjid, ada pondok pesantrennya. "Terus ada ruang istirahat. Sehingga tidak ada jamaah masjid yang tiduran di dalam masjid tapi di tempat khusus," bebernya.(*)
Powered by Blogger.