Ketua DPR RI Dikukuhkan jadi Pembina Kehormatan Tagana

www.inikebumen.net AYAH - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dikukuhkan menjadi Pembina Kehormatan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia. Pengukuhan itu dilakukan oleh Menteri Sosial Idrus Marham, pada Apel Siaga Bencana HUT ke-14 Tagana Indonesia, di Pantai Logending Desa/Kecamatan Ayah, Kebumen, Jawa Tengah, Senin 2 April 2018.

Ketua DPR RI Dikukuhkan jadi Pembina Kehormatan Tagana
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dikukuhkan menjadi pembina kehormatan Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada Apel Siaga Bencana HUT ke-14 Tagana Indonesia, di Pantai Logending Desa/Kecamatan Ayah, Senin 2 April 2018.
Hadir dalam Apel Siaga Bencana Tagana antara lain, Anggota Komisi III DPR RI Syahroni, Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima TNI Marsda TNI Bonar Hutagaol, Deputi II BIN Mayjen Kaharudin Wahab, Sekretaris Utama BNPT Marsekal Pertama Asep Adang Supriyadi, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz serta anggota taruna siaga bencana.

Usai dikukuhkan, Bamsoet mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar Tagana Indonesia. Terlebih, kiprah Tagana selama 14 tahun dalam membantu penanggulangan bencana di Tanah Air sudah sangat besar dan tidak perlu diragukan lagi. "Saya bangga diangkat sebagai Pembina Kehormatan Tagana," kata politisi Partai Golkar ini.

Pada kesempatan ini, Bamsoet, mengingatkan kondisi geografis Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia. Yaitu lempeng Indo-Australia di bagian selatan, lempeng Eurasia di bagian utara, dan Lempeng Pasifik di bagian timur, menjadikan Indonesia rentan mengalami bencana alam. Selain itu, kondisi geologis,  hidrologis serta demografis  yang dimiliki Indonesia juga memungkinkan terjadinya bencana. Baik yang disebabkan oleh  faktor  alam dan faktor non-alam yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan ataupun kerugian harta benda.

"Ancaman yang kita hadapi saat ini tidak hanya bencana alam. Tetapi juga bencana non-alam dan bencana sosial. Termasuk konflik sosial dan ancaman terorisme. Kalau bencana tersebut tidak tertangani dengan baik akan menghambat jalannya  pembangunan nasional," ujar anggota DPR RI Dapil Kebumen, Banjarnegara dan Purbalingga ini.

Ia menegaskan Tagana harus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Sebab, tantangan penanggulangan bencana ditingkat global, regional dan nasional yang semakin rumit sangat membutuhkan keberadaan personil yang kompeten.

"Tagana merupakan salah satu bentuk nyata dari peran serta masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Keberadaan Tagana diatur dan dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 28 Tahun 2012  tentang Pedoman Umum Taruna Siaga Bencana," paparnya.

Bamsoet menilai Tagana memiliki tugas yang tidak ringan dalam upaya penanggulangan bencana. Baik pada saat pra-bencana, tanggap darurat, pascabencana, dan tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya yang terkait dengan penanggulangan bencana.

"Sebagai unsur yang terdekat dengan lokasi bencana, Tagana wajib hadir di lokasi paling lambat satu jam setelah bencana terjadi. Tagana juga harus cepat tanggap dalam melakukan perlindungan sosial terhadap korban bencana, serta memiliki pemahaman tentang penanggulangan bencana agar dapat bekerja secara efektif dan efisien," kata Bamsoet.

Bamsoet berharap kemajemukan anggota Tagana yang terdiri dari beragam lapisan dan profesi di masyarakat, akan memperkuat persatuan dan kesatuan Bangsa. Tagana harus mampu menjadi perekat seluruh elemen bangsa di wilayah Indonesia.

"Anggota Tagana banyak berasal dari berbagai unsur masyarakat. Keragamanan ini merupakan modal luar biasa untuk mempererat persatuan  dan kesatuan bangsa. Semua anggota Tagana harus mampu beradaptasi dan memberi warna bagi penanggulangan bencana di Tanah Air," imbuhnya.

Ia menambahkan agar Tagana dapat menjalankan tugasnya secara profesional, dibutuhkan dukungan dan komitmen dari seluruh pihak terkait, baik berupa pendidikan, pelatihan serta penyediaan anggaran dan fasilitas pendukung yang memadai. Efektivitas Tagana dalam membantu upaya penanggulangan bencana pada akhirnya akan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di setiap wilayah.

"Tidak hanya ketika bencana terjadi, namun juga untuk kepentingan mitigasi bencana," tandasnya.(*)

Powered by Blogger.