Sempat Terkendala Izin Perhutani, Pembangunan Jalur Utara Kebumen Dilanjutkan Tahun ini

www.inikebumen.net KEBUMEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kebumen memastikan tahun ini bakal melanjutkan pembangunan jalur lintas kecamatan di kawasan utara Kebumen. Pembangunan jalan baru yang dikenal dengan Jalur Utara Kebumen sempat terhenti karena terkendala izin pinjam pakai lahan Perhutani pada 2017 lalu.

Sempat Terkendala Izin Perhutani, Pembangunan Jalur Utara Kebumen Dilanjutkan Tahun ini
Jalur Utara Kebumen 
"Setidaknya ada tiga titik yang bersinggungan dengan lahan Perhutani. Ijinnya baru keluar pada bulan Januari (2018)," terang Sekretaris DPU PR Kebumen, Muhamad Arifin, saat menjadi narasumber jumpa pers dengan tema "Kegiatan Fisik DPU PR Kebumen 2018" di Gedung Press Center Kebumen, Senin 16 April 2018.

Pada tahun ini Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jalur Utara Kebumen mencapai Rp 55 miliar. Anggaran tersebut untuk membangun tujuh ruas jalan. Yakni Jalan Wadasmalang-Slepi, Kenteng-Ketileng, Wonotirto-Gunugsari, Krakal-Sadangkulon, Pagebangan-Somagede, Kebakalan-Giritirto, dan Karangsambung-Sadangwetan.

Di samping jalan lingkar Utara, Pemkab Kebumen juga akan melakukan perbaikan jalan dan jembatan menuju obyek wisata. Anggaran sebesar Rp 27,3 miliar itu akan digunakan untuk memperbaiki lima ruas jalan dan dua jembatan. Yaitu Jalan Kutowinangun-Poncowarno, Selokerto-Buayan, Buayan-Jladri, Jatijajar-Candirenggo, Gentan-Miritpetikusan serta Jembatan Pengkolan dan Sruni.

Sedangkan, jalan yang menghubungkan wilayah perbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara, akan dilakukan pemeliharaan ruas jalan Giritirto-Plipitan dan ruas jalaln Giritirto-perbatasan Banjarnegara.

Tak hanya itu, tahun ini enam embung baru akan dibangun dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 8,76 miliar lebih. Meliputi embung di Desa Pandansari dan Penusupan di Kecamatan Sruweng, Tlepok Kecamatan Karangsambunng, Triwarno Kecamatan Kutowinangun,  Giritirto Kecamatan Karanggayam dan Srati Kecamatan Ayah.

"Kita juga ada kegiatan peningkatan pembangunan jaringan irigasi dengan anggaran sebesar Rp 6,4 miliar," bebernya.

Selanjutnya, Pemkab Kebumen juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,14 miliar lebih untuk program penyediaan prasarana dan saran air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini dialokasikan di 25 desa.

Kemudian melalui program pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan, DPU PR menganggarkan Rp 8,5 miliar lebih melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Yang diperuntukkan untuk 18 desa. Sedangkan, untuk pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih perdesaan tersebut disediakan anggaran sebesar Rp 2,4 miliar lebih.(*)


Powered by Blogger.