Transportasi Online Dilarang Beroperasi di Karanganyar

www.inikebumen.net KARANGANYAR - Keberadaan transportasi berbasis online yang mulai beroperasi di wilayah Kecamatan Karanganyar, ditolak oleh pelaku transportasi konvensional.
Transportasi Online Dilarang Beroperasi di Karanganyar
Ratusan penarik ojek, tukang becak dan awak angkutan melakukan aksi damai menolak transportasi berbasis online di depan Stasiun Karanganyar, Rabu 11 April 2018
Penolakan dilakukan dengan menggelar aksi damai yang diikuti oleh ratusan penarik ojek, tukang becak dan awak angkutan. Aksi damai tersebut digelar di depan Stasiun Karanganyar, Rabu 11 April 2018. Transportasi online yang ditolak itu, yakni ojek online maupun angkutan online lainnya.

Dengan membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap moda transportasi berbasis aplikasi beroperasi di wilayah Kecamatan Karanganyar. Mereka berdalih, sejak satu bulan transportasi online di Karanganyar sudah merugikan pelaku transportasi konvensional. Pasalnya, mereka mengaku pendapatannya berkurang hingga 75 persen karena banyak penumpang memilih layanan transportasi masa kini itu.

"Aplikasi itu tidak dapat dihindari karena perkembangan teknologi. Tetapi kami minta jangan sampai masuk ke Karanganyar," pinta Koordinator Aksi, Kosim, disela-sela melakukan aksi damai.

Kosim menegaskan tidak akan bertanggungjawab jika penarik transportasi online tetap beroperasi di Karanganyar. "Ini peringatan, setelah ini kalau tetap beroperasi di Karanganyar, resiko ditanggung sendiri. Karena ini sudah menyangkut masalah perut anak istri dari dari penarik angkutan Karanganyar," ujarnya.

Salah satu peserta aksi, Tono, mengaku setelah adanya angkutan online di Karanganyar, pendapatannya sebagai sopir angkutan menurun drastis. Jika sebelumnya, dia bisa mendapat penghasilan Rp 200 ribu per hari.

"Sekarang paling hanya Rp 100 ribu, itu saja belum setoran. Saya minta di Karanganyar tidak ada (angkutan online). Jangan sampai masuk, jadi sepi," ungkapnya.(*)
Powered by Blogger.