Triwulan I 2018, Realisasi Serapan Anggaran Pemkab Kebumen Dibawah Target

www.inikebumen.net KEBUMEN - Capaian realisasi serapan anggaran, baik fisik maupun keuangan Kabupaten Kebumen pada triwulan I tahun anggaran 2018 masih jauh di bawah target.

Triwulan I 2018, Realisasi Serapan Anggaran Pemkab Kebumen Dibawah Target
Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menyampaikan paparannya pada Rakor POP/K Kabupaten Kebumen Tahap I Tahun Anggaran 2018.
Hingga akhir 31 Maret lalu, realisasi penyerapan keuangan baru 8,48 persen dari target 15,84 persen atau ada deviasi 7,36 persen. Sedangkan, kegiatan fisik dari target 15,84 persen baru tercapai 11,73 persen atau terdapat deviasi 4,11 persen.

Hal itu mengemuka pada Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan/Kegiatan (Rakor POP/K) Kabupaten Kebumen Tahap I Tahun 2018 di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Senin 23 April 2018.

Namun demikian, capaian ini dinilai lebih baik dari penyerapan periode yang sama tahun lalu. Dimana realisasinya sebesar 7,79 persen. "Bila kita lihat, progres fisiknya lebih baik daripada keuangannya," kata Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, saat membuka acara tersebut.

Meski penyerapan anggaran masih dibawah target, berbeda dengan dengan pendapat daerah dari sektor pajak justru melebihi target. Yaitu, mencapai Rp 29 miliar lebih dari target Rp 17 miliar lebih atau  mencapai 167,09 persen.
       
Belanja langsung pada APBD Kabupaten Kebumen 2018 mencapai Rp 1,083 triliun lebih. Pada triwulan I ditarget penyerapannya sebesar Rp 203,57 miliar lebih, realisasinya hingga 31 Maret baru terealisasi Rp 62,313 miliar lebih.

Sedangkan, belanja tidak langsung mencapai Rp 1,728 triliun lebih. Dari target serapan Rp 242,052 miliar lebih, namun pada realisasinya baru terserap Rp 176,303 miliar lebih. 

Masih banyak realisasi yang belum tercapai, Plt Bupati meminta pada trwulan II harus dilakukan akselerasi atau percepatan pencapaian target. "Pedomani dan taati peraturan yang berlaku," pintanya. 

Yazid Mahfudz, meminta semua OPD di lingkungan Pemkab Kebumen harus melaporkan progress atau kemajuan pelaksanaan kegiatan melalui sistem menajemen pelaporan (Simpel) dengan tepat waktu guna memudahkan pengendalian.

"Khusus, untuk proses pengadaan barang dan jasa, laksanakan sesuai ketentuan yang ada dan bekerjalah dengan teliti, cermat dan yang paling utama adalah jujur," tegasnya.

Ia juga meminta semua OPD segera menyinkronkan belanja pengadaan barang dan jasa, terlebih sebentar lagi memasi bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

"Bekait dengan persiapan lebaran, menyangkut infrastruktur, saya minta agar dipersiapkan dengan baik. Dengan memanfaatkan dana pemeliharaan yang tersedia. Kondisi jalan, jembatan, gedung harus baik. sehingga kita bisa merayakan lebaran dengan nyaman," tandasnya.(*)

Powered by Blogger.