Dihadapan Ribuan Jamaah, Gus Romi Didoakan jadi Wapres Jokowi

www.inikebumen.net KEBUMEN - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuzy, didoakan menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Joko Widodo pada Pemilu 2019 mendatang. Gus Romi (sapaan akrabnya) didoakan oleh Putra Mursyid Thoriqoh Syadziliyyah Muh Zulvian Ikvina, dihadapan ribuan jamaah pada acara memperingati Haul Syekh Abdurrahman dan puteranya Asyekh Thoifur, Kamis 3 Mei 2018.
Dihadapan Ribuan Jamaah, Gus Romi Didoakan jadi Wapres Jokowi
Ketum PPP Romahurmuzy, bersama Mursyid Thoriqoh Syadziliyyah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah KH Musyaffaí Ali.
"Gus Romi saat ini menjadi salah satu kandidat cawapres untuk Presiden Joko Widodo," kata Zulvian, saat memberikan sambutannya pada acara yang digelar di halaman Pondok Pesantren Al Falah Somolangu Wetan Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen.

Ia menyebut, Gus Romi yang juga anggota DPR RI, bukan hanya piawai berpolitik, namun sebenarnya juga seorang kiai yang mempunyai keluasan ilmu. "Gus Romi ini adalah kiai zaman now. Ia cicit KH Abdul Wahab Hasbullah dan mempunyai keilmuan yang luas," ujarnya.

Dalam sambutannya, Gus Romi menyampaikan aspirasi dan semangat positif dari masyarakat harus terorganisasi dengan baik. Hal ini agar bisa memberikan hasil yang diinginkan. "Kebenaran yang tidak diorganisir dengan baik bisa dengan kebatilan yang terorganisir dengan baik," ucap Rommy.

Sementara itu, ribuan jamaah Jam’iyyah Thoriqoh Syadziliyyah dari berbagai daerah memadati Pondok Pesantren Al Falah. Kehadiran jamaah yang sebagian berasal dari luar daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera dalam rangka menghadiri Haul Syekh Abdurrahman dan puteranya Asyekh Thoifur.

Sebagian jamaah dari luar daerah sudah datang jauh hari sebelumnya dengan menginap di rumah warga yang berada di sekitar pondok pesantren. Adapun jamaah yang berasal dari Kebumen, datang secara rombongan menggunakan bus hingga mobil pribadi.

Adapun puncak acara haul ditandai dengan pembacaan kitab Al Barzanji oleh Mursyid Thoriqoh Syadziliyyah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah KH Musyaffaí Ali. Jamaah yang meluber hingga di jalan dan rumah warga, khusyuk mengikuti bacaan shalawat.

Tariqoh Syadziliyyah amalan dzikir di Pondok Pesantren Al Falah Somolangu Wetan yang ada sejak 1956 ini sebagai salah satu dari 44 tariqoh yang ada di dunia. Kemursyidan tariqoh dari Asyekh Abdurrahman lalu diturunkan kepada Asyekh Thoifur Bin Abdurrahman lalu sekarang diamanahkan kepada menantunya KH Musyaffa’ Ali dan Hj Sakhiyyah Asna furaida Thoifur. Thoriqoh Syadziliyyah terus berkembang sejak tahun 1956. Sekarang jamaahnya sudah mencapai empat puluh ribu. Mereka tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

Pada kesempatan itu, Pondok Al-Falah Somolangu Wetan mendapatkan bantuan Rp 440 juta dari Pemprov Jawa Tengah dan Rp 85 juta dari Kementerian Agama. Bantuan tersebut untuk mengembangkan pondok pesantren.(*)
Powered by Blogger.