Peringati Harkitnas ke-110, Gus Yazid Tabur Bunga di Makam Syukron Fadli

www.inikebumen.net KEBUMEN - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun 2018 di Kabupaten Kebumen diisi dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Wira Bhakti Kebumen, Senin 21 Mei 2018. Acara yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo itu diikuti anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).
Peringati Harkitnas ke-110, Gus Yazid Tabur Bunga di Makam Syukron Fadli
Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, melakukan tabur bunga di TMP Kebumen
Seperti Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, dan Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Kav Suep. Bersama para pejabat Kebumen lainnya mereka melakukan tabur bunga di seluruh makam para pahlawan di TMP tersebut.

Termasuk makam Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadli (21), yang baru dimakamkam pada Kamis 10 Mei 2018 lalu. Polisi asal Desa Ngasinan Kecamatan Bonorowo itu merupakan salah satu dari dua polisi Kebumen yang gugur di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Adapun jenazah Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas yang gugur dalam insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok  dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat juga dengan upacara kedinasan, Kamis 10 Mei 2018.

Wahyu Catur Pamungkas, lahir di Kebumen pada 9 Oktober 1997 dan meninggal dalam menjalankan tugas pada 9 Mei 2018. Dia bersama rekannya, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, gugur saat menjalankan tugas di Rutan Mako Brimob.

Berbeda dengan, Syukron Fadli, Briptu Wahyu Catur Pamungkas, dimakamkan di TPU Desa Kamulyan, Kecamatan Kuwarasan. Hal ini lantaran pihak keluarga tidak berkenan dengan alasan jika ingin berziarah ke makam anaknya, jaraknya dekat dengan rumah.

Sebelum tabur bunga, digelar upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di halaman Setda Kebumen. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz.

Yazid Mahfudz, yang membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan lebih dari seabad lalu.

"Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa, namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama, kemerdekaan bangsa," kata Yazid Mahfudz, dalam amanatnya.

Bersatu, adalah kata kunci ketika ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia, Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan. Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan.(*)
Powered by Blogger.