Rencana Pembangunan Masjid Terpadu Senilai Rp 2,5 Miliar Belum Terealisasi

www.inikebumen.net KEBUMEN - Rencana Pemkab Kebumen yang akan membangun masjid terpadu di jalan utama senilai Rp 2,5 miliar setiap tahunnya belum terealisasi. Penyebabnya hingga saat ini belum ada masjid yang memenuhi syarat.
Rencana Pembangunan Masjid Terpadu Senilai Rp 2,5 Miliar Belum Terealisasi
Ilustrasi: Masjid Agung Kauman Kebumen
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kebumen, Wahib Tamam, sejak 2016 diluncurkannya program tersebut baru dapat direalisasikan pada 2017 lalu. Itupun tidak sesuai dengan rencana masjid terpadu, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Diantaranya ada panti asuhan anak yatim, TPQ, poliklinik masjid, tempat istirahat hingga pondok pesantren.

"Pada 2016 tidak dapat direalisasikan karena waktunya mepet. Kemudian di 2017 kita realisasikan di Masjid Al-Mansyur Desa Lempupurwo, Mirit. Namun, setelah disurvei oleh tim, Masjid Al-Mansyur hanya tinggal pengembangan, sehingga bantuan dana hibah tahun lalu hanya menerima Rp 500 juta," terang Wahib Tamam, disela-sela sosialisasi pencairan belanja hibah kepada lembaga keagamaan di Pendopo Bupati Kebumen, Kamis 24 Mei 2018.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini program ini juga belum berjalan sesuai dengan rencana. Tahun ini Masjid Kauman Sruweng mendapat bantuan alokasi dana hibah dari Pemkab Kebumen sebesar Rp 500 juta. "Terbentur dengan lahan, sehingga belum memenuhi syarat untuk program masjid terpadu," kata Wahib Tamam.

Untuk diketahui, pembangunan masjid terpadu di jalan uatam/nasional merupakan merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. Program ini mulai berjalan tahun 2017  lalu. Selama lima tahun, akan dibangun satu masjid terpadu senilai Rp 2,5 miliar yang bersumber dari dana hibah APBD Kebumen.(*)
Powered by Blogger.