WAP Tirtomoyo Tawarkan Sejuknya Pegunungan, Wisata Religi, hingga Kuliner Tumini

www.inikebumen.net PONCOWARNO - Wisata Alam Prabu (WAP) di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, yang diresmikan oleh Plt Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz,pada 6 Mei 2018, menawarkan pesona alam, wisata religi hingga kuliner.
WAP Tirtomoyo Tawarkan Sejuknya Pegunungan, Wisata Religi, hingga Kuliner Tumini
Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, meresmikan objek wisata baru Wisata Alam Prabu (WAP) di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, 6 Mei 2018. (foto: Humas Pemkab Kebumen)
Lokasinya yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit dari Kota Kebumen, objek wisata baru inipun sangat cocok dikunjungi, apalagi di hari libur maupun diakhir pekan.

Objek wisata WAP menawarkan keindahan alam perbukitan yang mempesona. Berada di tempat ini wisatawan langsung dapat merasakan sejuknya alam pegunungan. Untuk menaiki hingga sampai ke atas bukit, pengunjung  bisa melewati jalan yang menanjak dari tangga ke tangga  yang sudah disediakan oleh pengelola.  Rasa rasa letih langsung terbayarkan begitu  pengunjung  sampai ke atas  puncak.  Sejauh mata memandang terhampar bukit yang terbentang luas nan hijau.

Tak hanya menikmati pemandangan puncak saja,  matahari terbit maupun tenggelam juga bisa dinikmati dari  ketinggian bukit. Selain itu, puncak bukit Prabu juga menawarkan berbagai tempat untuk berfoto. Seperti Bukit Ndegir, berfoto di atas  motor klasik, replika kupu-kupu, burung elang, bunga  matahari, tangan cinta hingga kapal titanic yang berada di puncak ketinggian perbukitan.

Selain menawarkan pesona alam, objek wisata alam Prabu juga  bisa menjadi tempat wisata religi. Pasalnya, di tempat ini terdapat petilasan prabu. Menurut cerita warga setempat, petilasan tersebut merupakan petilasan  para prabu pada jaman dulu.  Sampai saat ini,  warga sekitar masih menyakini dengan merawat tempat tersebut.

Pengelola WAP, Masrukhan, menuturkan dinamakan Wisata Alam Prabu  lantaran bukit tersebut terkenal dengan  petilasanya para prabu. Sampai sekarang bukit tersebut dinamakan bukit prabu. "Ke depan kami akan terus mengembangkan lokasi wisata ini dengan dipadukan dengan wisata petik buah dan aneka kuliner. 

"Selain bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan warga, dharapkan pula bisa menjadi destinasi wiasata baru yang diminati wisatawan," terang Masrukhan.

Keunikan lain yang tidak bisa ditemui di tempat lain, yakni menikmati kuliner ‘tumini’ atau tumpeng mini nasi mogana.

“Wisatawan juga bisa menikmati produk olahan salak. Saat ini kami sedang mengembangkan, produk olahan salak seperti brownies salak, mie salak, dan kopi biji salak,” imbuhnya.(*)
Powered by Blogger.