Berbagi Kebahagiaan, Beranda Eatery Bagikan Takjil Gratis

www.inikebumen.net KEBUMEN - Momentum bulan suci Ramadan kali ini menjadi kesempatan untuk meraih berkah dan berbagi kebaikan. Termasuk dilakukan oleh Beranda Eatery, yang membagi-bagikan takjil gratis kepada para pengguna jalan, Senin sore.
Berbagi Kebahagiaan, Beranda Eatery Bagikan Takjil Gratis
Karya Beranda Eatery membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan di Jalan Pemuda Kebumen
Bagi takjil gratis ini berlangsung sore hari menjelang waktu buka puasa di depan Beranda Eatery di Jalan Pemuda Kebumen. Ratusan takjil dibagikan kepada para pengendara motor yang melintas dan juga warga sekitaran yang kebetulan melintas. Tidak membutuhkan waktu lama, ratusan takjil tersebut habis dalam hitungan menit.

Owner Beranda Eatery, Lily Wijayanti Mulyani, mengatakan agenda bagi-bagi takjil ini merupakan upaya kepedulian dan berbagi pada sesama di bulan yang penuh berkah ini.
"Untuk membagi kebahagian dan "give back to the community". Harapannya agar orang-orang lebih aware dengan Beranda dan membagi suka cita bersama menjelang hari lebaran," kata Lily, disela-sela kegiatan

Lily mengatakan, selain berbagi kegiatan ini bertujuan untuk meraih berkah di bulan suci Ramadan, meningkatkan rasa kepedulian terhadap masyarakat dengan berbagi.
Ia merasakan bahwa berbagi terhadap sesama memang memberikan efek tersendiri di dalam hati sanubari apalagi dilakukan di bulan suci Ramadan. “Kami ingin masyarakat lebih dekat dengan Beranda dan lebih mengenal Beranda," tandasnya.

Untuk diketahui, Beranda Eatery merupakan sebuah kafe kelas premium. Sebelum jadi kafe ternyata bangunannya merupakan bekas rumah milik Dokter Soedirman. Seorang dokter pertama asal Kabupaten Kebumen, yang saat ini diabadikan menjadi nama RSUD dr Soedirman.

Lily Wijayanti menegaskan meski telah berubah menjadi kafe, pihaknya tidak merubah bentuk aslinya. Bahkan pada beberapa sudut rumah yang mulai rusak diperbaiki.
"Kami hanya memperbaiki dan mengecat ulang saja. Selebihnya, bentuk aslinya tetap seperti itu," ujar Lily.

Lily beralasan, dengan tidak merubah bentuk bangunan itu agar bangunan berarsitektur Belanda itu tetap terjaga. Sehingga jejak-jejak sejarah di Kebumen pun tidak rusak. "Bagaimanapun ini kan ada nilai sejarahnya. Jadi biar banyak juga orang yang peduli dengan tempat-tempat seperti ini," imbuhnya.

Sementara itu, mengusung tema klasik homey, kafe kelas premium Beranda Eatery hadir menjadi tempat alternatif nongkrong dengan suasana yang benar-benar baru dan eksklusif di Kebumen.(*)
Powered by Blogger.