Header Ads

Untuk Kurangi Angka Kemiskinan, Nasdem Sebut Kebumen Butuh Minimal 15 Perusahaan Besar

www.inikebumen.net KEBUMEN - Peringkat termiskin kedua di Jawa Tengah yang masih disandang Kabupaten Kebumen, juga tidak luput dari sorotan Fraksi Nasdem di DPRD Kebumen.
Untuk Kurangi Angka Kemiskinan, Nasdem Sebut Kebumen Butuh Minimal 15 Perusahaan Besar
Juru bicara Fraksi Nasdem, Qoriah Dwi Puspa, membacakan pandangan fraksinya terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017.
Melalui juru bicara, Qoriah Dwi Puspa, Fraksi Nasdem masuknya Kebumen sebagai salah satu daerah termiskin di jawa Tengah yang sudah terjadi bertahun-tahun dibutuhkan terobosan baru.

"Yang inovatif, yang mampu mengentaskan kemiskinan dan mengeluarkan dari predikat kabupaten termiskin," kata Qoriah, membacakan pandangan umum fraksinya terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017.

Qoriah mengungkapkan, jumlah pencari kerja di Kabupaten Kebumen pada 2017 sebanyak 17.380 orang. Sedangkan, yang terserap di dunia kerja hanya kurang lebih 3.000 orang.

"Sisanya menganggur dan menjadi beban pemerintah daerah. Inilah penyakit kemiskinan yang harus kita obati terlebih dahulu," ucapnya.

Menurutnya, untuk menggerakkan perekonomian satu juta jiwa penduduk Kabupaten Kebumen dibutuhkan setidaknya 15 perusahaan besar. Dengan alasan itu, Fraksi Nasdem meminta Disperindag, dan DPMPTSP bersama Disnakertrans untuk dapat menggaet para investor.

Baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA), untuk dapat membuka usaha di Kebumen. "Sehingga bisa menyerap tenaga kerja serta bisa mengatasi masalah kemiskinan dan menambah PAD bagi Kabupaten Kebumen," tegasnya.

Disisi lain, data Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kebumen SD-SMP 85 persen , SMA 10 persen, D3-S1 5 persen. Kondisi ini, kata Qoriah, sangat memprihatinkan, karena jika dilihat maka tenaga kerja yang dihasilkan hanyalah buruh kasar.

"Yang tentunya akan menjadi penyumbang pengangguran yang akan menjadi beban pemerintah daerah. Akan tetapi Fraksi Nasdem memandang ini bukanlah masalah selama sektor pendidikan informal kita baik dan jelas karena hal ini pernah terjadi di Bali," bebernya.

Terlebih, Kebumen memiliki Kampung Inggris, Kampung Arab dan Kampung Jawa. Yang diharapkan bisa menopang atau membantu kemampuan generasi muda Kebumen dalam berbahasa asing.

"Walaupun tingkat pendidikan rendah tetapi bila menguasai bahasa asing, hal ini tentu akan membantu anak-anak kita untuk bekerja dan berprestasi," imbuhnya.

Terkait kegiatan Kampung Inggris Kebumen yang menggunakan dana BOS, Fraksi Nasdem meminta Dinas Pendidikan untuk membuat standar output yang jelas sebagai tolok ukur keberhasilan. "Fraksi Nasdem juga meminta Dinas Pendidikan untuk membuat kompetisi sebagai uji keberhasilan dari kegiatan tersebut," tandasnya.(*)
Powered by Blogger.