Header Ads

Dari Ratusan SLTA di Kebumen, Baru 34 Sekolah yang Bentuk KAPA

www.inikebumen.net KEBUMEN - Dari ratusan SMA/SMK dan MA di Kabupaten Kebumen, saat ini baru ada 34 sekolah yang telah membentuk Kesatuan Aksi Pelajar Anti Narkoba (KAPA). Padahal keberadaan KAPA bekontribusi nyata dalam menangulangi penyalahgunaan narkoba dan miras dikalangan pelajar.
Dari Ratusan SLTA di Kebumen, Baru 34 Sekolah yang Bentuk KAPA
Peserta jalan sehat membawa poster bermacam tulisan yang menolak radikalisme dan antinarkoba.
Pengawas SMK dari Balai Pendidikan Menengan dan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Warjan, berharap bagi sekolah yang belum membentuk KAPA segera menyusul.

"Sampai saat ini baru 34 KAPA dari 34 sekolah, semoga yang lain segera menyusul," kata Warjan, pada acara Peringatan Hari Anti Narkota Internasional tingkat Kabupaten Kebumen di Alun-alun Kebumen, Minggu 29 Juli 2018.

Warjan mengatakan, Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional sebagai upaya untuk menyadarkan bahwa narkoba merupakan salah satu musuh utama bersama. Selain korupsi dan terorisme.

Menurutnya, Kabupaten Kebumen memang belum termasuk kategori daerah yang rawan penyalahgunaan dna peredaran gelap narkoba. Namun demikian, harus perlu diwaspadai. Antisipasi dini tetap perlu dilakukan  sebagai upaya pencegahan terhadap pengaruh bahaya narkoba di Kabupaten Kebumen.

"Mengingat saat ini sudah merebak di berbagai kalangan masyarakat. Perlu adanya sinergitas antar komponen masyarakat untuk melakukan gerakan bersama mewujudkan Kebumen yang terbebas dari narkoba," ujarnya.

Warja menegaskan, peran sekolah dan orangtua sangat penting, mengingat sasaran utama penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba adalah anak-anak remaja dan pelajar. "Setiap sekolah sebaiknya melaukan upaya antisipasi agar peserta didiknya terlindungi, terutama dengan mengefektifkan peran KAPA di setiap sekolah," tegasnya.

Peringatan Hari Anti Narkota Internasional tingkat Kabupaten Kebumen diisi dengan berbagai acara. Yakni deklarasi ribuan pelajar yang menyatakan perang melawan narkoba, radikalisme dan intoleransi.

Para pelajar membubuhkan tanda tangan pada spanduk deklarasi penolakan narkoba dan radikalisme. Penandatanganan deklarasi juga dilakukan Forkopimda Kebumen seperti Penjabat Sekda Kebumen, Kabag Ops Polres Kebumen, Anggota DPRD Halimah Nurhayati yang mewakili Ketua DPRD.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemusnahan barang bukti minuman keras dan jalan sehat yang diikuti ribuan peserta. Pada jalan sehat juga dilakukan pembagian leaflet tentang bahaya narkoba kepada masyarakat. Panitia menyiapkan ratusan doorprize dan undian utama sepeda motor dari Ketua DPR Bambang Soesatyo untuk peserta jalan sehat.

Pj Sekda Mahmud Fauzi, mengatakan narkoba dan radikalisme telah masif tidak hanya di Indonesia juga internasional. Deklarasi ini untuk menyadarkan pelajar bahwa narkoba berbahaya dan mengintai setiap saat. Dengan demikian, pelajar akan menjadi generasi yang anti narkoba, miras dan radikalisme serta menjaga keutuhan NKRI.(*)
Powered by Blogger.