Header Ads

IAIN Purwokerto dan UNY Gelar KKN Bersamaan di Kebumen

www.inikebumen.net KEBUMEN - Sebanyak dua kampus menerjunkan mahasiswanya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Kebumen pada waktu bersamaan. Yakni mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Mahasiswa KKN IAIN Purwokerto foto di depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin pagi 16 Juli 2018.
Para mahasiswa KKN diterima langsung oleh Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, pada acara Penerimaan Mahasiswa KKN IAIN Purwokerto dan UNY di Pendopo Bupati Kebumen, Senin 16 Juli 2018.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) IAIN Purwokerto, Alief Budiyono, mengatakan jumlah mahasiwa IAIN Purwokerto yang mengikuti KKN di Kabupaten Kebumen sebanyak 324 orang. Mereka akan diterjunkan di sejumlah desa di Kecamatan Ayah dan Kecamatan Rowokele.

"Tahun ini total ada 360 mahasiswa IAIN Purwokerto mengikuti KKN. Ada 324 mahasiswa di Kebumen dan sisanya di Kabupaten Banyumas," kata Alief Budiyono, dihadapan Plt Bupati Kebumen.

Ia menjelaskan, tema besar pada KKN kali ini yaitu tentang Revolusi Mental dan Indonesia Melayani. Dengan tema tersebut diharapkan mahasiswa KKN IAIN Purwokerto bisa terjun langsung pada pusat-pusat pelayanan masyarakat. Seperti pemerintah desa, Posyandu maupun tempat pelayanan masyarakat lainnya.

"Jadi Bukannya hanya pengabdian masyarakat tetapi bagaimana cara kita melayani masyarakat," terangnya.

Sementara, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNY, Prof Siswantoyo, menjelaskan jumlah mahasiswa UNY yang mengikuti KKN di Kebumen sebanyak 40 mahasiswa. Mereka berasal dari tujuh fakultas yang ada di UNY. "Penempatannya di Kelurahan Kebumen," ujarnya.

Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, dalam sambutannya berharap masyarakat dan mahasiswa dapat sama-sama belajar. Masyarakat belajar ilmu pengatahuan teknologi dan berbagai inovasi baru.

"Kehadiran para mahasiswa KKN juga diharapkan dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih mandiri dan berdaya saing," tegasnya.

Gus Yazid menyampaikan, masalah terbesar yang masih dihadapi Kebumen adalah kemiskinan. Untuk itu dirinya mengajak para mahasiswa KKN ikut berperan aktif dalam mengurangi angka kemiskinan penduduk.

"Saya percaya adik-adik mahasiswa KKN mempunyai inovasi dan kreasi yang sangat bermanfaat bagi pengembangan potensi desa," imbuhnya.(*)

Powered by Blogger.