Sistem Manajemen Koperasi di Kebumen Dinilai Masih Lemah

www.inikebumen.net ADIMULYO - Keberadaan koperasi yang ada di Kabupaten Kebumen saat ini sistem manajemennya dinilai masih lemah. Selain itu, akses pasar untuk produk-produk koperasi di Kebumen juga aksesnya masih terbatas.
Sistem Manajemen Koperasi di Kebumen Dinilai Masih Lemah
Ketua Dekopinda Kebumen Kadar (kiri), menerima potongan tumpeng dari Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kebumen, Kadar, mengatakan persoalan ini harus segera dibenahi. Perlu beberapa kebijakan untuk menjadikan koperasi tangguh, mandiri dan berdaya saing.

Diantaranya adalah reorientasi yakni mengubah paradigma pendekatan pembangunan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas. Revitalisasi yakni memperbaiki dan membangun database sistem koperasi dengan Online Database System (ODS).

"Terpenting adalah pengembangan sumber daya manusia pengelola koperasi," tegas Kadar, disela-sela Resepsi Hari Koperasi ke-71 sekaligus launching pemancingan ADA Resto Berkah PKP RI di Desa Adikarto, Kecamatan Adimulyo, Sabtu 28 Juli 2018.

Menurutnya, koperasi di Kabupaten Kebumen kini sudah waktunya  melakukan rekayasa kelembagaan melalui spin off. Sebab, spin off untuk memperkuat bisnis jaringan agar koperasi dapat sehat, tangguh dan mandiri.

Spin off atau pembagian organisasi ke berbagai sektor usaha seperti jasa, produksi dan konsumsi sudah waktunya dilakukan oleh seluruh koperasi di Kebumen jika koperasi ingin tetap eksis, sehat dan mandiri.

"Koperasi jangan hanya mengandalkan spread atau selisih jasa dari simpanan dan pinjaman saja," ujar Kadar.

Kadar menegaskan, jika masih mengandalkan spread, maka koperasi akan tertinggal jauh dari bisnis keuangannya lainnya. Sektor keuangan seperti perbankan serta bisnis teknologi finansial saat ini cenderung ke model fee based income. Jadi koperasi semestinya sudah bisa melihat perubahan lingkungan eksternal yang cukup dinamis saat ini.

Karenanya, lanjut dia, sudah menjadi suatu tuntutan bagi para anggota koperasi untuk lebih pro aktif dalam membangun bermacam bisnis, namun tetap dibawah satu kendali. "Artinya, Koperasi seperti dibuat semacam holding agar captive pasar koperasi tidak semakin tergerus oleh bisnis keuangan lainnya," tandasnya.(*)
Powered by Blogger.