45 Persen Cakupan Pelayanan Posyandu di Kebumen Masih Rendah

www.inikebumen.net KARANGANYAR - Jumlah Posyandu di Kabupaten Kebumen terus bertambah.
45 Persen Cakupan Pelayanan Posyandu di Kebumen Masih Rendah
Para Kader Posyandu saat beraksi pada Jambore Kader Posyandu di Hotel Candisari Karanganyar
Pada 2016 lalu jumlahnya sebanyak 2.104 Posyandu, sedangkan pada 2018 ini bertambah menjadi 2.117 buah. Dari jumlah itu 55 persennya merupakan Posyandu tingkat Mandiri, 8 persen Posyandu Madya dan 37 persen Posyandu Purnama.

Posyandu Madya merupakan posyandu yang cakupan program utamanya (KB, KIA, Gizi dan Imunisasi) masih rendah, yaitu  kurang dari 50 persen.

Posyandu Purnama adalah posyandu yang frekuensinya lebih dari 8 kali pertahun, rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih, dan cakupan 5 program utamanya (KB, KIA, Gizi dan imunisasi) lebih dari 50 persen. Serta sudah ada program tambahan, bahkan sudah ada Dana Sehat yang masih sederhana.

Sedangkan, Posyandu Mandiri berarti sudah dapat melakukan kegiatan secara teratur, cakupan 5 program utama sudah bagus, ada program tambahan dan dana sehat. Serta telah menjangkau lebih dari 50 persen KK.

"Kita targetkan pada tahun 2019 Posyandu Madya dan Purnama menjadi Posyandu Mandiri lebih dari 80 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, Y Rini Kristiani, pada acara Jambore Kader Posyandu di Hotel Candisari Karanganyar, Selasa 31 Juli 2018.

Selain itu, pada 2019 mendatang Pemkab Kebumen juga menargetkan dapat memberikan cakupan pelayanan 100 persen KK di Kabupaten Kebumen. "Minimal setiap KK didatangi oleh satu kader dan tenaga kesehatan untuk mendata status kesehatan keluarga di masing-masing KK," ujarnya.

Sementara itu, Jambore Kader Posyandu diikuti oleh perwakilan Puskesmas kader. Acara yang dibuka oleh Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, itu dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Y Rini Kristiani dan Staf Ahli Bupati RAI Ageng Sulistyo Handoko.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kebumen, Kusbiantoro, menjelaskan para kader yang diikutkan merupakan kader pilihan yang bisa menularkan ilmu yang didapat dari kegiatan itu kepada kader lainnya.

"Ini untuk meningkatkan kapasitas mereka. Sehingga diharapkan setelah kegiatan ini para kader meningkatkan pelayanan di Posyandunya masing-masing," terang Kusbiantoro.

Kusbiantoro, menjelaskan Jambore Kader Posyandu, kegiatannya seperti pada kegiatan wide game pramuka. Yakni dibagi ke dalam empat pos, yang setiap posnya setiap grup akan diuji pengetahuannya tentang posyandu. Pos I tentang Yel-yela kesehatan, Pos II tentang uji wawasan Posyandu, Pos III tentang uji ketrampilan alat peraga dan Pos IV tentang penyuluhan kesehatan.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Kebumen  Yazid Mahfudz, menyatakan Kader Posyandu merupakan pejuang kesehatan. Yakni orang-orang yang meringankan hati dan tangan untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, ibu dan lansia. "Posyandu sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkakn kualitas hidup," kata Yazid Mahfudz.

Menurutnya, Pemkab Kebumen terus mengembangkan berbagai kebijakan agar Posyandu semakin eksis. Posyandu juga menjadi gerbang pemberdayaan masyarakat. Jumlah Posyandu di Kabupaten Kebumen terus bertambah, dari 2.104 pada 2016 lalu menjadi 2.117 pada 2018.

"Kader adalah motor penggerak kegiatan Posyandu. Sebagai motor penggerak, saya mengharapkan agar dapat memberikan pelayanan yang baik," imbuhnya.(*)

Powered by Blogger.