Wagub Jateng Sebut Hidup Sehat Tak Hanya Masalah Gizi

www.inikebumen.net PEJAGOAN - Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, meminta para orang tua supaya memperhatikan tumbuh kembang putra putrinya. Terutama menyangkut gizi yang cukup, fisik sehat, dan otak cerdas sehingga menjadi generasi bangsa yang berkualitas.
Wagub Jateng Sebut Hidup Sehat Tak Hanya Masalah Gizi
Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko menyapa masyarakat yang mengikuti pengobatan gratis di Pendopo Kecamatan Pejagoan.
“Apabila sumber daya manusia Indonesia terutama generasi muda bangsa berkualitas maka negara akan maju,” ujar Heru pada acara khitanan massal dan pengobatan gratis dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-68 di Pendopo Kecamatan Pejagoan, Rabu 1 Agustus 2018.

Menurutnya, hidup sehat tidak hanya terkait gizi. Kebersihan lingkungan juga penting dalam upaya menjaga kesehatan. Biasakan membersihkan lingkungan rumah, tidak lupa mencuci tangan, sayur maupun buah-buahan yang akan dikonsumsi.

Tidak kalah penting adalah keberadaan jamban di setiap rumah agar warga tidak lagi buang air besar di sembarang tempat, baik di darat maupun di sungai. Karena kebiasaan buang air besar di sembarang tempat termasuk di sungai selain mencemari lingkungan juga rentan menularkan berbagai penyakit.

Kalau ada warga yang belum mempunyai jamban, maka kepala desa, camat, dan para kader kesehatan menggencarkan gerakan agar tidak membuang air besar sembarangan.

"Ini bagian dari tanggung jawab kita semua, baik pemerintah maupun para kader jangan segan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan,” terang mantan Bupati Purbalingga ini.

Selain kesehatan, tambah dia, bidang pendidikan juga tidak kalah penting dalam upaya memajukan Indonesia di tengah persaingan global. Semua anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan minimal mengenyam wajib belajar sembilan tahun atau sampai jenjang SMP atau SMA. Sedangkan bagi yang tidak mampu sekolah, pemerintah dan lingkungan sekitar harus membantu.

“Bagi yang kurang mampu, pemerintah dan lingkungan harus membantu. Dari tingkat RT, kelurahan, hingga kabupaten dan provinsi ikut terlibat bergotongroyong membantu. Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak sekolah,” pintanya.(*)

Powered by Blogger.