Jamaah Tahlil Kauman Kebumen Ziarahi Makam Syekh Anom

www.inikebumen.net KEBUMEN - Mengisi tahun baru 1440 Hijriyah, Jamaah Tahlil Kauman Kebumen pimpinan Nyai Barokah berziarah ke makam Syekh Anom Sidakarsa di Desa Grogolbeningsari, Petanahan, Selasa 11 September 2018.
Jamaah Tahlil Kauman Kebumen Ziarahi Makam Syekh Anom
Jamaah Tahlil Kauman Kebumen melakukan ziarah ke makam Syekh Anom Sidakarsa di Desa Grogolbeningsari, Petanahan.
Jamaah juga berziarah ke makam Syekh Abdul Awal yang merupakan guru Syekh Anom Sidakarsa. Kedua makam hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer. Usai ziarah, jamaah bersilaturahim ke Kyai Muhyidin, keturunan ke-12 Syekh Anom Sidakarsa.

"Secara nasab Syekh Anom merupakan keturunan ke-5 (wareng) Raden Patah, raja Islam pertama di Jawa," jelasnya.

Kyai Muhyidin lantas menyebutkan urut-urutannya, yakni Raden Patah, Sultan Trenggono, Sunan Prawoto, Pangeran Kediri atau Pangeran Sudarmo lalu Pangeran Anom.

Meski masih keturunan raja, menurut Kyai Muhyidin, Syekh Anom memilih untuk mengembangkan agama Islam di Kebumen sambil berguru kepada Syekh Abdul Awal. Berikutnya yang diziarahi adalah makam Mbah Lancing di Mirit.

Menurut juru kunci makam Ki Kamdi, Mbah Lancing berperan penting dalam penyebaran Islam di pesisir selatan tanah Jawa. Selain itu Mbah Lancing bersama Mbah Kyai Marwi jufa merintis permukiman di Desa Mirit.

Melalui kegiatan ziarah ke makam beberapa tokoh penyebar Islam di Kebumen ini, Nyai Barokah berharap anggota jamaah tahlilnya bisa mengambil hikmah dan suri tauladan dari mereka.

"Sebagai warga Kauman harus ikut melanjutkan syiar Islam di Kebumen," harapnya.

Bagi Yuniati Zainul Khasanah yang juga ikut ziarah bersama putra bungsunya, kisah Syekh Anom cukup menarik.

"Seorang keturunan ningrat, tapi berani memilih mengabdikan hidupnya untuk dakwah Islam," ujarnya.

Kalau sekarang menurut Yuni, tak sedikit keturunan aktivis dakwah yang justru kurang tertarik melanjutkan kegiatan pendahulunya.

"Mudah-mudahan anak-anak saya yang merupakan cucu almarhum KH Achmad Moetawalli bisa melanjutkan jejak langkah kakeknya," imbuhnya penuh harap.(*)
Powered by Blogger.