Pemkab Kebumen Tambah Dua Kategori Baru Penerima Penghargaan di Ajang KBF 2018

www.inikebumen.net KEBUMEN - Pemkab Kebumen memberikan penghargaan kepada pelaku usaha terbaik melalui ajang Kebumen Kebumen Business Forum (KBF). Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Selasa malam 2 Oktober 2018.
 Pemkab Kebumen Tambah Dua Kategori Baru Penerima Penghargaan di Ajang KBF 2018
Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menyerahkan tropi penghargaan kepada para pemenang, pada malam penganugerahan pelaku usaha terbaik pada Kebumen Business Forum 2018.
 Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, mengatakan Kebumen Business Forum (KBF) tahun 2018 ini merupakan kali keempat. Kegiatan ini sebagai perwujudan kegiatan komunikasi, koordinasi dan kerjasama antara instansi pemerintah dan dunia usaha. Sekaligus memberikan apresiasi pemkab terhadap pelaku usaha yang berprestasi, berupa anugerah usaha terbaik.
   
"Untuk memotivasi kegiatan usaha baik secara mikro, kecil, menengah dan besar. Melalui kegiatan ini kita juga akan memetakan potensi usaha yang berkembang dan prospektif di Kabupaten Kebumen," ujarnya.
   
Menurutnya, di tahun sebelumnya anugrah usaha terbaik hanya diberikan kepada 12 pengusaha dari 4 kategori. KBF tahun ini, usaha kategori inovatif dan usaha inspiratif juga masuk nominasi sebagai penerima penghargaan. 

"Saya kira, prospek dunia usaha di Kabupaten Kebumen  akan terus membaik dan cerah. Hal ini di dukung dengan keberadaan NYIA (Bandara baru di Jogja), jalur ganda kereta api, dan kawasan industri yang akan kita bangun," imbuhnya.    
   
BACA JUGA:
Meotel Kembali Dinobatkan jadi Perusahaan Terbaik di Kebumen

Lebih jauh, Yazid Mahfudz, menyampaikan peluang-peluang tersebut harus segara ditangkap. Ditambah potensi-potensi lokal yang sangat mungkin untuk dikembangkan. Pemkab Kebuman sendiri terus berupaya mendukung iklim investasi dan memberikan berbagai kemudahan.

"Agar dunia usaha di Kabupaten Kebumen terus berkembang. Sehingga baik pengusaha, masyarakat akan semakin sejahtera," tegasnya.

Gus Yazid memaparkan, dunia industri sekarang sangat ditentukan oleh produktivitas. Yang menang adalah yang berdaya saing. Industri memiliki daya saing tinggi manakala memiliki produktivitas yang tinggi. "Industri bisa produktif manakala punya kemampuan inovasi yang tinggi," kata dia.
   
Ia berharap, KBF dapat menjadi ajang bertukar pengalaman, dan menimba ilmu. Agar para pelaku usaha di Kebumen semakin produktif dan berdaya saing. "Sehingga mampu eksis dan survive," tandasnya.

Acara yang digelar rutin setiap setahun sekali ini juga Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Kav Suep. Kemudian, perwakilan DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, dan Kepala instansi perizinan di wilayah Kedu dan Banyumas.(*)
Powered by Blogger.