Header Ads

Angka Stunting di Indonesia Jumlahnya sama dengan Anak-anak di Benua Afrika

www.inikebumen.net JAKARTA - Angka stunting (kerdil) pada Balita di Indonesia sama dengan jumlah stunting pada anak-anak di Benua Afrika. Karena itu, Presiden RI Joko Widodo sangat prihatin dengan kondisi stunting di Indonesia.
Angka Stunting di Indonesia Jumlahnya Sama dengan Anak-anak di Benua Afrika
Deputi Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden, Bambang Widianto, memberikan pengarahannya pada penandatanganan komitmen percepatan pencegahan anak kerdil di Red Top Hotel and Convention Centre Jakarta, Kamis malam, 22 November 2018.
Padahal jika bicara kondisi ekonomi dan sumberdaya alam dan manusianya, Indonesia lebih maju ketimbang negara-negara di Benua Afrika.

"Karena itu, pemerintah pusat meminta komitmen seluruh kepala daerah untuk menurunkan tingginya angka stunting di Indonesia," ujar Deputi Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden, Bambang Widianto, saat memberikan pengarahannya pada penandatanganan komitmen percepatan pencegahan anak kerdil di Red Top Hotel and Convention Centre Jakarta, Kamis malam, 22 November 2018.

Menurutnya, untuk mempercepat pencegahan stunting diperlukan intervensi yang terkoordinir dan konvergen. Yaitu sinergi lintas sektor dengan bersama-sama menyasar kelompok prioritas yang tinggal di desa dan perkotaan.

"Intervensi, seperti program gizi, air bersih, sanitasi, perilaku hidup sehat, imunisasi, dan lain-lain. Harus dilakukan secara menyeluruh dan konvergen mulai dari tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi,” tandas Sekretaris Eksekutif TNP2K ini.

Berdasarkan studi Bank Dunia tahun 2016, stunting dan masalah gizi lain diperkirakan mengakibatkan kerugian ekonomi per tahun hingga 2-3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Atau sekitar 300 hingga 400 triliun dengan perhitungan PDB Indonesia tahun 2017.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Indonesia telah berhasil menurunkan angka bayi pendek dan sangat pendek (prevalensi stunting) sekitar 6,4 perseb dalam 5 tahun, dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,8 persen. Namun, angka tersebut masih tinggi bila dibandingkan dengan negara tetangga.(*)
Powered by Blogger.