Header Ads

Angka Stunting Tinggi, Gus Yazid Teken Komitmen Percepatan Pencegahan Anak Kerdil di Kebumen

www.inikebumen.net JAKARTA - Pemkab Kebumen berkomitmen untuk melakukan pencegahan dan penurunan angka anak stunting (kerdil) di wilayahnya.
 Angka Stunting Tinggi, Gus Yazid Teken Komitmen Percepatan Pencegahan Anak Kerdil di Kebumen
Wakil Bupati Yazid Mahfudz menandatangani komitmen percepatan pencegahan anak kerdil di Red Top Hotel and Convention Centre Jakarta.
Hal ditegaskan Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, usai menandatangani komitmen percepatan pencegahan anak kerdil yang diselenggarakan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Red Top Hotel and Convention Centre Jakarta, Kamis malam, 22 November 2018.

Menurutnya, Pemkab Kebumen terus berupaya menangani masalah stunting, salah satunya dengan fokus dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Program utamanya, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan, peningkatan kualitas remaja, pemberdayaan orang terdekat, kelahiran pertama dari mulai hamil, dan menyusui.

"Kita intervensi melalui penyuluhan dan kemudian pemberian suplemen, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, kemudian juga pertolongan persalinan sampai usia 2 tahun," ujar Wakil Bupati Yazid Mahfudz.

Tak hanya itu, anak usia sekolah pun mendapatkan perhatian khusus. Terutama yang secara fisik telah nampak. Menurutnya, stunting itu bukan hanya perkembangan fisik yang pendek, namun juga perkembangan otak.

Pihaknya mengimbau masyarakat Kebumen untuk membantu pemerintah dalam menuntaskan permasalahan tersebut. Sebab, peran orangtua dan lingkungan sangat penting.

Sementara itu, jumlah balita yang mengalami stunting di Kabupaten Kebumen terbilang tinggi. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen sedikitnya 124 balita di Kebumen menderita stunting.

Tersebar di sepuluh desa dari sembilan kecamatan, yakni Desa Rangkah Kecamatan Buayan 10 anak, Indrosari Kecamatan Buluspesantren 14 anak. Desa Kaibonpetangkuran 7 anak dan Plempukankembaran 3 anak, kedua  desa tersebut berada di Kecamatan Ambal.

Kemudian, Tlogopragoto Kecamatan Mirit 22 anak, Kebagoran Kecamatan Pejagoan 11 anak. Desa Temanggal Kecamatan Adimulyo 7 anak, Pagebangan Kecamatan Karanggayam 8 anak dan Patukrejo Kecamatan Bonorowo 36 anak.

Berdasarkan studi Bank Dunia tahun 2016, stunting dan masalah gizi lain diperkirakan mengakibatkan kerugian ekonomi per tahun hingga 2-3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Atau sekitar 300 hingga 400 triliun dengan perhitungan PDB Indonesia tahun 2017.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Indonesia telah berhasil menurunkan angka bayi pendek dan sangat pendek (prevalensi stunting) sekitar 6,4 perseb dalam 5 tahun, dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,8 persen. Namun, angka tersebut masih tinggi bila dibandingkan dengan negara tetangga.

Hadir mendampingi Wakil Bupati pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Slamet Mustolkhah. Sekretaris Dipermades P3A Siti Nuriatun Fauziah, dan Plt Kabag Humas Setda Kebumen Asep Nurdiana.(*)

Powered by Blogger.