Header Ads

Gus Yazid Sebut BID Penting Jelang Ditetapkannya Kebumen sebagai Geopark Nasional

www.inikebumen.net KEBUMEN - Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, membuka Bursa Inovasi Desa (BID) di Hotel Mexolie Kebumen, Kamis, 8 November 2018. Sebanyak 69 inovasi desa dipamerkan pada ajang yang baru pertama kali digelar di Kabupaten Kebumen itu.
Gus Yazid Sebut BID Penting Jelang Ditetapkannya Kebumen sebagai Geopark Nasional
Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz bersama Forkopimda membuka Bursa Inovasi Desa (BID) di Hotel Mexolie Kebumen.
Hadir pada pembukaan, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Piliang, anggota Forkopimda serta para pejabat di jajaran Pemkab Kebumen.

Yazid Mahfudz, mengatakan Bursa Inovasi Desa tersebut digelar salah satunya untuk mempersiapkan pemerintah desa menyambut ditetapkannya Kabupaten Kebumen sebagai Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong. Rencananya, akan ditetapkan pada 24 November ini.

"Insya Allah akan ditetapkan sebagai geopark nasional bulan ini," kata Yazid Mahfudz, disela-sela meninjau stand BID di halaman Hotel Mexolie.

Peran masyarakat desa sangat penting untuk mendukung Geopar Nasional Karangsambung-Karangbolong. Apalagi, geopar melibatkan 117 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Kebumen.

"Untuk itu inovasi semacam ini harus kita dorong agar Kabupaten Kebumen, terutama desa berkembang sesuai inovasi yang ada di masing-masing desa," ujarnya.

Selain itu, kegiatan tersebut untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan. Sehingga perlu digelorakan semangat membangun desa dengan melakukan berbagai inovasi. "Pada tahun 2019 diharapkan setiap desa memiliki satu inovasi pembangunan perekonomian desa," tegasnya.

Ia memaparkan, Presiden telah mengamanahkan kepada seluruh Kepala Pemerintah Daerah agar dapat mengoptimalkan Dana Desa (DD) yang diberikan pemerintah pusat untuk kemajuan perekonomian desa.

"Dana Desa bantuan pemerintah pusat untuk Kabupaten Kebumen mencapai Rp 359 miliar, sedangkan ADD mencapai Rp 129 miliar," bebernya.

Menurutnya, dana ini tidak sedikit dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemerintah desa dalam melakukan inovasi-inovasi pembangunan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakatnya.

"Lakukan berbagai inovasi pembangunan di desa, termasuk membentuk dan mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab melalui BUMDes diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat desa bisa menjadi lebih baik," pintanya.

Kepala Dispermades P3A Kebumen, Mohamad Amirudin mengatakan, menjelaskan  Bursa Inovasi Desa ini memacu setiap pemerintah desa agar melakukan inovasi-inovasi pembangunan perekonomian di desa masing-masing.

Pihaknya berharap, melalui Bursa Inovasi Desa dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa mengembangkan inovasinya masing-masing. Dengan hadirnya perwakilan desa, yaitu kepala desa dan BPD diharapkan dapat menyerap informasi dalam Bursa Inovasi Desa untuk diterapkan di desanya.

Koordinator Pendamping Desa Kabupaten Kebumen Ahmad Samsul Hadi mengungkapkan, dalam bursa inovasi desa akan ditampilkan beberapa inovasi desa yang baik di Kebumen.

Inovasi dalam bidang ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia. Selain berupa stand, inovasi pilihan tersebut juga ditampilkan video singkat berkaitan inovasi desa.(*)
Powered by Blogger.