Header Ads

Reka Ulang Kasus Bonorowo, Tersangka Peragakan 15 Adegan Cara Aniaya Istrinya Hingga Tewas

www.inikebumen.net BONOROWO - Kasus Warga Desa/Kecamatan Bonorowo yang menganiaya istrinya hingga tewas direkonstruksi oleh Polres Kebumen, Kamis, 29 November 2018.
 Reka Ulang Kasus Bonorowo, Tersangka Peragakan 15 Adegan Cara Aniaya Istrinya Hingga Tewas
Tersangka saat memperagakan salah satu adegan penganiayaan terhadap istrinya.
Pada reka ulang itu, tersangka DR memperagakan 15 adegan. DR beberapa kali terlihat menangis hingga harus menyapu air matanya saat mereka ulang saat menganiaya istrinya, Eni Hermawati (27).

Pada adegan pertama, terlihat tersangka memasuki rumahnya sepulang dari kegiatan ronda malam. Selanjutnya tersangka tidur di samping istrinya di depan televisi, namun saling membelakangi karena sedang tidak harmonis.

Adegan selanjutnya, istri (korban) meludah ke tembok dan ditegur suami karena tidak sopan. Pada adegan ini, suami mulai tersinggung dan sakit hati.

Selanjutnya tersangka keluar untuk melakukan buang air besar. Namun setelah kembali dari WC, tersangka memasuki gudang dan mengambil sebilah sabit yang biasa digunakan untuk merumput.

Setelah menemukan sabit, tersangka menghampiri istrinya yang masih tiduran dan mengayunkan tepat di lehernya.

Pada posisi istri tidak berdaya, dan berusaha menghalangi pada sabetan berikutnya, suami yang kalap semakin menjadi melakukan penganiayaan kepada istrinya Eni hingga meninggal.

Rekontruksi dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Aji Darmawan di rumah tersangka di Desa Bonorowo, mulai pukul 08.30 WIB.

"Reka ulang ini untuk melengkapi berkas penyidikan. Dari reka ulang ini kita bisa mengetahui gambaran bagaimana tersangka melakukan penganiayaan kepada istrinya," jelas AKP Aji Darmawan didampingi Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno pada sela-sela kegiatan reka ulang.

Aji Darmawan menjelaskan jika dilihat dari reka ulang adegan, dimungkinkan korban meninggal pada adegan nomor 9. Dimana tersangka mengayunkan sabitnya berkali-kali pada bagian perut.

"Dari hasil pemeriksaan di lapangan, korban menderita 18 sabetan sabit. Korban juga sempat menghalangi korban dengan menyilangkan tangannya di depan dadanya," terangnya.

Selanjutnya setelah korban meninggal, tersangka kembali pergi ke gudang dan menemukan pembasmi serangga Lenit. Tersangka berusaha mengakhiri hidupnya dengan meminum obat serangga itu.

Dari kejadian itu, DR berulang kali mengucapkan sangat menyesali perbuatannya. Bahkan ia mengungkapkan jika ia sangat mencintai istrinya.

Selanjutnya pada akhir reka ulang adegan, tersangka terlihat dihampiri oleh ayahnya. Ia bersujud kepada ayahnya sambil menangis keduanya.

Reka ulang sempat menyita perhatian warga sekitar, dengan ikut menyaksikan dari balik garis polisi. Warga sekitar tidak menyangka perbuatan tersangka yang terkenal pendiam di lingkungan rumahnya.(*)

Powered by Blogger.