Header Ads

Dua Proyek Jembatan di Kebumen Terancam Tak Selesai

www.inikebumen.net KEBUMEN - Dua proyek pembangunan jembatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Kebumen terancam tidak selesai tepat waktu.

Dua Proyek Jembatan di Kebumen Terancam Tak Selesai
Pekerja Pembangunan Jembatan Pejengkolan-Balingasal menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram untuk ngelas.
Sebab, hingga pekan pertama Desember ini proges pembangunannya masih dibawah target. Apalagi seluruh pekerjaan fisik harus selesai pada 15 Desember mendatang.

Dua proyek pembangunan jembatan yang terancam tidak tepat waktu, yakni pembangunan Jembatan Sarwogadung-Bogowati dan pembangunan Jembatan Pejengkolan-Balingasal.

Pembangunan Jembatan Sarwogadung-Bogowati dikerjakan oleh PT Nata Rucita Ruba. Dengan konsultan perencana CV Citra Vastu Vidya dan konsultan pengawas CV Piramida Kreasi Mandiri.

Proyek yang dimulai pada 20 Agustus dan ditarget selesai pada 15 Desember mendatang ini dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD 2018 (DAU) senilai Rp 2,11 miliar lebih. Hingga pekan pertama ini realisasi pekerjaanya baru mencapai 75 persen dari target 80 persen.

Pembangunan Jembatan Pejengkolan-Balingasal juga dilaksanakan oleh PT Nata Rucita Ruba, dengan konsultan perencana CV Piramida Kreasi Mandiri dan konsultas pengawas PT Vasa Sarwahita.

Adapun nilai pekerjaan mencapai Rp 2,2 miliar yang bersumber dari APBD 2018 (DAU). Sesuai kontrak, proyek ini dimulai pada 20 Agustus dan ditarget selesai pada 15 Desember mendatang. Dari target pekerjaan 95 persen, yang terealisasi baru 56 persen.

Kepala DPU PR Kabupaten Kebumen, Slamet Mustolkhah, pembangunan jembatan di Sarwogadung, Kecamatan Mirit, tinggal pengecoran lantai jembatan. Sedangkan, jembatan Pejengkolan-Balingasal hingga Kamis siang, balok jembatan belum terpasang.

"Mudah-mudahan dalam dua hari ini sudah terpasang. Sehingga dua hari berikutnya bisa memasang bekisting dan dicor," ujar Slamet Mustolkhah, saat mendampingi Wakil Bupati Yazid Mahfudz, melakukan monitoring terpadu pekerjaan konstrukis di wilayah Kebumen timur, Kamis 6 Desember 2018.

Pihaknya juga pesimis paket pekerjaan tersebut akan dapat diselesaikan tepat waktu. Namun, dia meyakini semua pekerjaan fisik tersebut selesai pada tahun ini.

"Semua pekerjaan dimungkinkan selesai tahun ini. Tapi (karena terlambat) pembayaran bisa ditunda untuk sementara waktu," tegasnya.

Slamet mengungkapkan, sejumlah kendala penyebab pekerjaan tidak sesuai target. Diantaranya, kendala administrasi. Yakni sebenarnya proyek ini sudah ada pemenang lelang sejak Mei, namun tidak bisa langsung melakukan pekerjaan. Hal ini lantaran harus ada ijin dari Balai Besar Serayu Opak.

"Sehingga harus menunggu dua bulan, banyak kehilangan banyak waktu. Selain juga ada keterlambatan dalam pengadaan material," imbuhnya.

Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menegur pelaksanan proyek yang belum menyelesaikan pekerjaannya sesuai target. Dia meminta instansi terkait untuk memberikan teguran tertulis, sehingga pelaksana mengerjakan pekerjaan sesuai yang disepakati.

"Setelah kita tegur, ternyata belum selesai sesuai terget akan kita berikan sanksi," tegasnya.

Sementara itu, monitoring dilakukan lima titik. Yakni pembangunan Puskesmas Ambal I,  pembangunan jembatan Keburuhan yang menghubungkan Sarwogadung –Bogowati. Pembangunan Pasar Rakyat Kabekelan Kecamatan Prembun. Kemudian, pembangunan jembatan Pejengkolan dan pembangunan Puskesmas Poncowarno.

Mendampingi Wakil Bupati saat monitoring, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tri Haryono, Kepala DPU PR Slamet Mustolkhah, Kabag Pembangunan Haryono Wahyudi, dan Kabag Humas Setda Kebumen Budhi Suwanto.(*)
Powered by Blogger.